• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Porang Porong

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 3 April 2021 - 06:01
in Disway
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Porang lah yang membawa Mr Masaharu Ishii pindah ke Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Sebagai bekas tentara Jepang yang jadi WNI (Warga Negara Indonesia) di Medan, Sumatera Utara (Sumut),  Ishii dianggap punya network di Indonesia.

BacaJuga:

Pengusaha Pilihan

Weda Bay

Bali Lombok

Karena itu, ketika Jepang memerlukan bahan baku dari Indonesia, Ishii dihubungi. Ishii diminta mencarikan umbi porang dari Indonesia.

Di Jepang literatur tentang porang sudah banyak. Porang juga tumbuh di Jepang. Dengan susah payah. Di. Musim salju umbi porang itu diungsikan dulu ke gudang. Kalau musim salju selesai umbi tersebut ditanam lagi.
Bukan hanya tanaman, bahkan di Jepang sudah ada profesor ahli porang. Profesor itulah yang mengatakan, berdasar literatur, tanaman porang banyak didapat di Jatim . Maka Ishii diminta pindah dari Medan ke Surabaya.

Itu masih pada 1950-an. Saya baru saja lahir. Yanto masih bayi ketika diajak pindah ke Surabaya. Waktu itu Kota Surabaya masih lebih terkenal dibanding Jakarta –sebagai kota dagang. Maka Ishii diangkat menjadi perwakilan dagang Jepang di Indonesia –dengan kantor di Surabaya.

Beberapa waktu kemudian delegasi dagang Jepang ke Surabaya. Salah satunya adalah profesor ahli porang tersebut. Mereka keliling daerah-daerah Jatim untuk mencari di mana ada tanaman porang.

Zaman itu porang dianggap sebagai tanaman liar. Tanaman pengganggu. Petani membuang-buang ubi porang agar jangan mengganggu tanaman lain. Tapi porang itu sakti. Ubi yang dibuang-buang itu tumbuh lagi dan tumbuh lagi.

Delegasi Jepang itu akhirnya menemukan tanaman porang di Mojokerto. Lalu di Blitar. Madiun. Dan di mana saja di Jawa.
Ishii diminta membeli ubi itu. Yang kalau dimakan membuat seluruh mulut gatal-gatal. Petani terheran-heran ada orang membeli ubi porang. Setelah tahu pembelinya orang Jepang rumor pun beredar di kalangan petani: ubi porang itu akan dipakai Jepang untuk membuat senjata perang.

Dengan rumor itu petani tetap tidak tertarik untuk menanam porang: tidak bisa dimakan.
Ishii pun mendirikan pabrik porang. Awalnya sederhana. Hanya untuk membuat chip porang –keripik mentah. Keripik itu dikeringkan dengan oven. Lalu diekspor ke Jepang. Di sana chip itu dijadikan tepung. Itu bukan sembarang tepung. Tepung yang sudah dimurnikan –sudah dibuang unsur yang membuat rasa gatal. Itulah yang disebut tepung glukomanan –juga disebut shirataki. Atau konyaku.

Setelah porang jadi tepung apa pun bisa dibuat: butiran beras, mie atau makanan apa saja.
Sambil membuat chip, PT Ambico juga terus belajar teknologi pemurnian tepung porang.

Lama-lama PT Ambico mampu membuat glukomanan. Ishii terus belajar teknologinya. Tidak mudah. Terutama teknologi pemurnian tepungnya.

Kalau awalnya hanya bisa ekspor keripik akhirnya PT Ambico bisa ekspor dalam bentuk tepung.
Tapi ekspornya itu tidak selalu mulus. Terutama ketika Jepang harus melindungi petani porang mereka sendiri. Jepang pun menaikkan tarif impor porang. Ishii terpukul. Ia tidak bisa lagi ekspor tepung porang. Ishii tidak menyerah. Ia lihat masih ada peluang kecil: ekspor barang jadi. Maka Ishii membuat pabrik shirataki: tepung glukomanan itu ia jadikan beras dan mie shirataki. Berhasil. Ia pun kembali ekspor porang ke Jepang –dalam bentuk barang siap masak.

Ia merintis juga ekspor ke Tiongkok. Lalu ke Italia. Khusus yang ke Italia itu, Ishii tidak mau menyebutnya mie. Mie tidak laku di negeri pasta itu. Maka di bungkus shirataki itu ditulis: shirataki pasta. Begitu ditulis pasta orang mau membelinya –padahal bentuknya mie juga.

Penguasaan teknologi bikin glukomanan itu dipakai juga untuk mengembangkan tepung karagenan. Yang bahan bakunya rumput laut. Ishii pun membangun pabrik rumput laut di sebelah pabrik porang di Porong, dekat Sidoarjo itu.

Di situ PT Ambico menjadi tonggak sejarah porang Indonesia. Masaharu Ishii sendiri, pendiri pabrik porang itu, tidak sempat tahu terjadinya booming porang lima tahun terakhir.

Tapi nama Ishii akan abadi di dunia porang Indonesia. “Tahun ini porang Indonesia mungkin sudah terbesar di dunia. Sudah mengalahkan Myanmar. Apalagi keadaan Myanmar lagi sulit,” ujar Johan.

Setelah itu, porang harus memasuki masa konsolidasi. Yakni menjaga mutu. Menurut Johan, chips porang Indonesia sudah ditolak di luar negeri. Itu gara-gara ulah satu dua orang yang curang. Yakni ekspor chip kering yang tidak benar-benar kering. Sampai keluar belatungnya. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

Kanan Dalam
Disway

Pengusaha Pilihan

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Weda Bay

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Bali Lombok

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Rocky Gerung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Polsek Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:00
disway
Disway

Jumling Suyudi

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:00

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    928 shares
    Share 371 Tweet 232
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Pengusaha Pilihan

    675 shares
    Share 270 Tweet 169
  • Elnusa Perkuat Produksi Migas, HWU EHR#10 Dukung Pembukaan Kembali Sumur Idle

    667 shares
    Share 267 Tweet 167
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.