• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Kekhawatiran Pandemi Masih Tinggi, Harga Minyak Turun

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 24 Maret 2021 - 08:06
in Ekonomi
indoposco

Ilustrasi. Ist

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga minyak anjlok sekitar enam persen pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu, 24/3/2021 pagi WIB), karena kekhawatiran atas pembatasan pandemi baru dan peluncuran vaksin yang lambat di Eropa sehingga memicu kegelisahan yang berlebihan.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Mei tergelincir 3,83 dolar AS atau 5,9 persen, menjadi ditutup pada 60,79 dolar AS per barel, setelah mencapai terendah sesi di 60,50 dolar AS. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berakhir merosot 3,80 dolar AS atau 6,2 persen, menjadi 57,76 dolar AS per barel, setelah menyentuh level terendah 57,32 dolar AS.

BacaJuga:

Kementerian Ekraf Gandeng Pemprov Jakarta Sukseskan WCCE 2026

Purbaya Ubah Strategi Fiskal, Kas Negara Kini Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Seminar Exim Bank Thailand di Bangkok Soroti Peluang Produk Halal di Pasar Indonesia

Kedua harga acuan minyak mentah diperdagangkan mendekati posisi terendah yang tidak terlihat sejak 9 Februari.

Spread atau selisih harga Brent bulan depan berubah menjadi contango kecil untuk pertama kalinya sejak Januari. Contango adalah situasi kontrak bulan depan lebih murah daripada bulan mendatang, dan dapat mendorong pedagang untuk menyimpan minyak.

Dalam perdagangan pascapenyelesaian, minyak mentah AS diperdagangkan serendah 57,25 dolar AS per barel, sementara minyak mentah Brent menyentuh 60,27 dolar AS per barel. Pergeseran lebih rendah terjadi setelah stok minyak mentah AS naik dan persediaan bensin turun dalam beberapa pekan terakhir, menurut sumber perdagangan yang mengutip data dari kelompok industri American Petroleum Institute.

Persediaan minyak mentah melonjak 2,9 juta barel dalam sepekan hingga 19 Maret, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan sekitar 300.000 barel, kata sumber tersebut.

Data resmi pemerintah akan dirilis pada Rabu pukul 10.30 waktu setempat.

“Jalan menuju pemulihan permintaan minyak tampaknya penuh rintangan karena dunia terus memerangi pandemi COVID-19,” kata Bjornar Tonhaugen, kepala pasar minyak di Rystad Energy.

“Harga minyak turun lagi pada Selasa, membuktikan bahwa koreksi minggu lalu tidak cukup dalam dan bahwa pasar telah diperdagangkan akhir-akhir ini dengan sentimen bullish yang berlebihan, mengabaikan risiko pandemi.”

Penguncian yang diperpanjang di Eropa didorong oleh ancaman gelombang ketiga, dengan varian baru virus corona di benua itu. Jerman, konsumen minyak terbesar Eropa, memperpanjang pengunciannya hingga 18 April.

Hampir sepertiga dari Prancis memasuki penguncian selama sebulan pada Sabtu (20/3/2021), menyusul lonjakan kasus di Paris dan sebagian Prancis utara.

“Situasi Jerman dimulai, tetapi ada banyak minyak mentah di luar sana,” kata Bob Yawger, direktur energi berjangka di Mizuho di New York. “Tidak ada sisi lain dari persediaan minyak. Kami kebanjiran minyak.”

“Benua Eropa memperketat langkah-langkah virus corona dan dengan demikian semakin membatasi mobilitas,” kata Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Research, dalam sebuah catatan pada Selasa (23/3/2021). “Ini kemungkinan akan berdampak negatif pada permintaan minyak,” tambahnya.

Dolar AS yang lebih kuat juga membebani harga, karena biasanya membuat minyak dalam mata uang greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pasar minyak mentah fisik menunjukkan bahwa permintaan lebih rendah daripada pasar berjangka. “Harga fisik telah lebih lemah daripada berjangka telah ditunjukkan beberapa minggu,” kata Lachlan Shaw, kepala penelitian komoditas di National Australia Bank. (bro)

Tags: Harga Minyakpandemi covid-19

Berita Terkait.

Pramono
Ekonomi

Kementerian Ekraf Gandeng Pemprov Jakarta Sukseskan WCCE 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:02
purbaya
Ekonomi

Purbaya Ubah Strategi Fiskal, Kas Negara Kini Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 04:14
donny
Ekonomi

Seminar Exim Bank Thailand di Bangkok Soroti Peluang Produk Halal di Pasar Indonesia

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:34
ppsu
Ekonomi

Kementerian UMKM Usulkan Business Matching untuk Perluas Pasar UMKM di PRSU

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:37
KRI Dewa Ruci Jadi Laboratorium Terapung, Yayasan Sail Indonesia Jaya dan ITS Teken MoU Konservasi dan Pendidikan Maritim
Ekonomi

Kontribusi Nyata untuk Ekonomi Kerakyatan, BRI Setorkan Dividen Terbesar Sepanjang Sejarah di Bawah Supervisi Danantara

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:02
exim
Ekonomi

Exim Bank Thailand Seminar in Bangkok Highlights Opportunities for Halal Products in the Indonesian Market

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:42

BERITA POPULER

  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1496 shares
    Share 598 Tweet 374
  • Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    921 shares
    Share 368 Tweet 230
  • 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Desak Pengusutan Tanpa Ampun

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    843 shares
    Share 337 Tweet 211
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
Alvarez
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Bekuk Swiss, Argentina Tantang Inggris di Semifinal

Editor Ali Rachman
Minggu, 12 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Argentina memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah melewati duel penuh tensi menghadapi Swiss. Bertanding di Arrowhead...

SelengkapnyaDetails
Bellingham

Hasil Piala Dunia: Tumbangkan Norwegia via Extra Time, Inggris ke Semifinal

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:09
Kane

Hasil Piala Dunia: Jelang Inggris vs Norwegia, Harry Kane Berharap Haaland Kehilangan Taji

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34
Merino

Hasil Piala Dunia: Spanyol Tekuk Belgia 2-1, Super Sub Merino Loloskan La Furia Roja ke Semifinal

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:32
swiss

Argentina vs Swiss: Xhaka Ungkap Tujuan Kelima, Murat Yakin Cium Titik Lemah Tim Tango

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:44
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.