• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Menko PMK Sebut Kualitas Air Buruk Jadi Penyebab Tingginya Angka Stunting

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 22 Maret 2021 - 15:20
in Nasional
indoposco

Menko PMK Muhadjir Effendy menanam pohon dalam rangka memperingati hari air sedunia di Bendungan Sindang Heula, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3/2021).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy menyebutkan, air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi manusia dan mahluk hidup lainnya. Perlu pengelolaan secara serius dari hulu untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Masyarakat diminta jangan hanya berpikir untuk memanfaatkan air saja. Tetapi harus memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam menjaga pelestarian sumber daya air. Salah satunya dengan cara menanam pohon.

BacaJuga:

Lebih dari 20 Persen Pimpinan Perempuan, MedcoEnergi Jadikan Semangat Kartini Budaya Kerja

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata

Melalui Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa, Ratusan Pesilat Hadiri Lebaran Jawara Perkuat Budaya dan Jatidiri Bangsa

Hal itu diungkapkan pada saat memperingati hari air sedunia di Bendungan Sindang Heula, Kabupaten Serang, Banten, Senin (22/3/2021).

“Akses terhadap air minum dan pelayanan dasar merupakan prioritas nasional dan sangat erat kaitannya dengan pembangunan lain seperti kesehatan, kemiskinan dan pembangunan manusia pada umumnya,” katanya saat sambutan.

Ia menjelaskan, satu dari lima rumah tangga masih melakukan buang air besar (BAB) sembarangan. Selain itu, satu dari tiga rumah tangga belum memiliki akses minum bersih serta belum paham terkait cuci tangan bersih yang benar.

“Tantangan yang kita hadapi saat ini bahwa satu dari 3 rumah tangga belum memiliki akses air minum bersih dan satu dari 5 rumah tangga masih buang air besar di ruang terbuka dan perilaku cuci tangan dengan benar masih rendah,” ungkapnya.

Menurutnya, buang air sembarangan dan air limbah telah mengkontaminasi kesediaan air. Sehingga, hal itu menjadi sumber penyebaran penyakit bagi masyarakat. Terutama penyakit diare dan kolera pada anak balita. “Satu dari empat anak balita Indonesia mengalami diare, yang merupakan penyebab utama kematian balita,” terangnya.

Muhadjir menjelaskan, kualitas air yang tidak bersih menjadi faktor penyumbang tingginya angka stunting. Dimana, angka stunting 40 persen, diatas rata-rata nasional 24,7 persen. Padahal pada tahun 2019, berada di angka 26,7 persen. Sehingga, pihaknya meyakini hubungan sanitasi air, keberadaan lingkungan berkaitan erat dengan pembangunan manusia khususnya dengan kesehatan.

“Intervensi yang kuat seperti pengadaan air minum dan sanitasi layak serta perilaku, dapat 70 persen terhadap pencegahan stunting. Jadi bukan hanya gizi baik, pemberian asupan gizi yang memenuhi standar ibu hamil, ibu melahirkan, tetapi air punya dampak besar,” jelasnya.

Upaya percepatan penyediaan air minum dan sanitasi yang aman, terus dilakukan dengan mengacu Perpres 185 tahun 2014 tentang percepatan penyediaan air minum dan sanitasi.

Berdasarkan data tahun 2020, sebanyak 90,31 persen keluarga memiliki akses air minum layak, 26,9 persen rumah tangga memiliki air minum permukaan. Sedangkan target tahun 2024, Indonesia harus mencapai 100 persen akses air minum layak, 15 persen air minum aman, 30 persen air minum permukaan dan 10 juta sambungan air di rumah tangga.

“Sehingga tahun 2030 diharapkan target global yaitu 100, 0 dan 100 yaitu 100 persen layanan airminum, pengurangan kawasan kumuh, 100 persen pemenuhan sanitasi layak bisa betul-betul realisasi,” paparnya.

Kebijakan dan strategi akan dilakukan secara empat tahap. Pertama, peningkatan tata kelola kelembagaan untuk penyediaan air minum layak dan aman. Kedua, peningkatan kapasitas dpenyelenggara air minum. Ketiga, pengembangan dan pengelolaan penyediaan air minum. Keempat, perubahan prilaku masyarakat serta menyikapi pesumber daya air.

“Yang keempat perlu ditekannkan karena diluar kontrol kita. Perilaku masyarakat kita yang positif masih harus ditingkatkan. karena rata-rata masih rendah,” tukasnya. (son)

Tags: Kemenko PMKMenko PMKstunting

Berita Terkait.

Lebih dari 20 Persen Pimpinan Perempuan, MedcoEnergi Jadikan Semangat Kartini Budaya Kerja
Nasional

Lebih dari 20 Persen Pimpinan Perempuan, MedcoEnergi Jadikan Semangat Kartini Budaya Kerja

Senin, 27 April 2026 - 18:16
Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata
Nasional

Ber-Qurban bersama BRImo: Cukup dalam Genggaman, Kebaikan Jadi Nyata

Senin, 27 April 2026 - 18:04
Lebaran-Jawara
Nasional

Melalui Kampung Silat Jampang Dompet Dhuafa, Ratusan Pesilat Hadiri Lebaran Jawara Perkuat Budaya dan Jatidiri Bangsa

Senin, 27 April 2026 - 15:05
Rupiah
Nasional

Regulasi Pembatasan Uang Tunai saat Pemilu Digagas, Pengamat Pertanyakan Implementasinya

Senin, 27 April 2026 - 14:44
Muhammad-Qodari
Nasional

KSP Qodari Soal Isu Reshuffle: Kita Tunggu Saja

Senin, 27 April 2026 - 14:04
Riset
Nasional

Penutupan Prodi Bayangi Hardiknas 2026, Pengamat Ingatkan Risiko “Genosida” Intelektual

Senin, 27 April 2026 - 10:30

BERITA POPULER

  • kartinian

    Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    918 shares
    Share 367 Tweet 230
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Unggah Foto Wajah Burung, Instagram Lee Jong Suk Picu Spekulasi Hubungan dengan IU

    685 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    669 shares
    Share 268 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.