• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Eyos Sebut Bisnis Modern Trade Independen Tumbuh di Tengah Pandemi

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 6 Maret 2021 - 14:32
in Ekonomi
Soon Lee, analis pasar Country Manager dari Eyos.

Soon Lee, analis pasar Country Manager dari Eyos.

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pembatasan aktivitas sosial masyarakat selama pandemi Covid-19 di seluruh dunia, telah membawa dampak yang cukup signifikan terhadap penurunan aktivitas bisnis dan perekonomian di hampir semua lini usaha. Salah satu sektor usaha yang paling terkena dampak adalah sektor bisnis eceran khususnya brand dan bisnis ritel.

Namun, mengutip hasil riset dari perusahaan teknologi otomatisasi data ritel Eyos (dahulu Emporio Analytics Indonesia) yang mengukur data real-time dari dua ribuan toko Modern Trade Independent (MTI), ternyata tidak semua brand dan peritel menurun omzet usaha di saat pandemi Covid-19 seperti sekarang.

BacaJuga:

Kemenkop dan Kemenimipas Teken MoU Guna Pemberdayaan Ekonomi Warga Binaan Lapas Lewat Koperasi

Efisiensi dan Kolaborasi Jadi Senjata PHE Hadapi Tantangan Migas

Rantai Krisis: Harga Plastik Naik, Minyak Goreng Ikut Mencekik

“Berdasarkan data kami, beberapa brand dan peritel Modern Trade Independent masih bisa mempertahankan angka penjualannya dengan stabil, bahkan ada yang bisa growth up. Asal jeli dan konsisten dalam strategi marketing, sebenarnya masih bisa di create menjadi peluang yang positif,” ujar Soon Lee, analis pasar Country Manager dari Eyos, dalam keterangannya, Sabtu (6/3/2021).

Ia menjelaskan, riset pasar yang dilaksanakan Emporio Analyticseyos Indonesia selama September – Oktober 2020 terhadap lebih dari 2 ribu toko ritel MTI di seluruh Indonesia, menemukan bahwa kategori besar seperti mie instant, susu, minyak goreng masih menunjukkan trend stabil cenderung positif dibanding sebelum pandemi. Untuk kategori yang berhubungan dengan sanitasi dan imun pun mengalami peningkatan yang cukup masif.

Sedangkan untuk bisnis toko ritel MTI, lanjutnya, tidak menunjukkan penurunan. Tetap ada toko ritel yang mencatat angka pertumbuhan omzet yang melejit tinggi.

“Salah satu fenomena menarik justru di saat aktivitas ekonomi shut down akibat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, bisnis minimarket dan supermarket mandiri skala lokal tumbuh pesat dan menjamur di berbagai kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Mereka bersaing dengan minimarket branded jaringan nasional yang sudah dikenal dan mempunyai pelanggan loyal seperti Indomart, Alfamart dan Alfamidi,” katanya.

“Berdasarkan data yang terdokumentasi, ada beberapa brand yang stabil dan tumbuh. Umumnya mereka yang sigap dalam membaca data penjualan setiap hari, kemudian mengantisipasi dengan program marketing yang cepat dan tepat,” imbuhnya.

Dia menyebut, Eyos melakukan riset tersebut dengan cara pengumpulan data konsumen secara real time saat pembayaran di meja kasir. Riset dilakukan pada dua ribuan minimarket dan supermarket lLokal di berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Aprindo Fernando Repi mengungkapkan, memang bisnis ritel meleset jauh dari yang diharapkan karena pandemi. Namun, kata Nando, berbeda dengan ritel modern, minimarket baik skala nasional maupun lokal, justru lebih tahan terhadap krisis karena mereka lebih adaptif.

“Selain lokasinya yang dekat dengan masyarakat, minimarket dan supermarket lokal biasanya lebih cepat adaptif, bisa menyesuaikan dengan keadaan,” ujarnya. (ibs)

Tags: eyosModern Trade Independentpandemi covid-19toko

Berita Terkait.

TTD
Ekonomi

Kemenkop dan Kemenimipas Teken MoU Guna Pemberdayaan Ekonomi Warga Binaan Lapas Lewat Koperasi

Senin, 27 April 2026 - 16:06
Diskusi
Ekonomi

Efisiensi dan Kolaborasi Jadi Senjata PHE Hadapi Tantangan Migas

Senin, 27 April 2026 - 14:24
Minyak
Ekonomi

Rantai Krisis: Harga Plastik Naik, Minyak Goreng Ikut Mencekik

Senin, 27 April 2026 - 12:42
Tanaman
Ekonomi

Inovasi Geothermal Pertamina, Energi Bumi yang Menghidupi Ekonomi Rakyat

Senin, 27 April 2026 - 09:49
Persib di Ujung Tanduk, Skenario Gagal Juara Mulai Terlihat
Ekonomi

Energi untuk Bumi: Cara Pertamina Ajak Masyarakat Bergerak di Hari Bumi 2026

Senin, 27 April 2026 - 02:22
Pegadaian Tring Golden Run 2026 Sukses Diikuti 8.000 Pelari dan Salurkan Donasi Rp 1,25 Miliar
Ekonomi

Pegadaian Tring Golden Run 2026 Sukses Diikuti 8.000 Pelari dan Salurkan Donasi Rp 1,25 Miliar

Minggu, 26 April 2026 - 23:26

BERITA POPULER

  • kartinian

    Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    914 shares
    Share 366 Tweet 229
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Unggah Foto Wajah Burung, Instagram Lee Jong Suk Picu Spekulasi Hubungan dengan IU

    684 shares
    Share 274 Tweet 171
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Gempa Bumi Dangkal Guncang Semarang Pagi Ini, Begini Catatan BMKG

    666 shares
    Share 266 Tweet 167
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.