INDOPOSCO.ID – Dukungan pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat terus mengalir. Kali ini datang dari Mantan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Kalimantan Timur Rahmadi Kasim. Dilangsir dari YouTube, Rahmadi Kasim mendukung sepenuhnya pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat.
Dukungan tersebut, menurutnya, disebabkan perkembangan saat ini. Dia mengaku prihatin atas persoalan yang menyangkut masalah prinsip di Partai Demokrat. “Tatanan berorganisasinya menyimpang dari ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” ujar Rahmadi Kasim, Rabu (3/3/2021).
Sebelumnya, Rahmadi pernah menuntut Ketua Umum SBY secara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saat itu dirinya menggugat SBY karena diduga telah mengubah secara sepihak hasil keputusan Kongres IV Partai Demokrat.
Rahmadi menilai, upaya mengubah AD/ART secara sepihak saat itu merupakan indikasi SBY ingin menguasai dan mendinastikan Partai Demokrat menjadi partai keluarga. “Ketika saya tuntut dan seterusnya berproses di pengadilan, akhirnya itu dibetulkan dalam Rakernas diperluas di Mataram, berarti apa yang saya tuntut benar,” ucapnya.
Kemudian, dalam Kongres tahun 2020 yang didalamnya hanya membahas terkait suksesi ketua umum, namun tidak ada pembahasan-pembahasan Komisi yang menyangkut organisasi dan kaderisasi. Lalu saat itu juga tiba-tiba muncul lagi AD/ART yang dibuat di luar Kongres yang menurutnya isinya juga aneh.
“Ini barangkali kita mau meluruskan ke depan reaksi yang muncul di daerah seperti di Kalimantan tentunya, mereka meminta supaya kalau memang tidak bisa dimusyawarahkan, di KLB-kan. Berarti KLB ini penuh dengan dukungan arus-arus bawah,” tegas Rahmadi.
Selanjutnya, dia juga mengimbau kepada seluruh kader Partai Demokrat untuk menyikapi persoalan yang ada di internal partai ini dengan kepala dingin, agar ke depan Demokrat lebih baik.
“Saya imbau kepada semua kader logowo menyikapi kondisi politik kita saat ini, kondisi dalam tubuh internal Demokrat, KLB itu bukan sesuatu yang artinya nista sesuatu yang tidak bisa tapi KLB itu untuk memperbaiki Demokrat ke depan agar jadi salah satu tiga besar atau insya Allah pemenang dalam pemilu 2024,” katanya. (nas)











