• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pengamat: Pemerintah Jangan Lepas Tanggung Jawab Soal Vaksinasi Gotong Royong

Redaksi Editor Redaksi
Selasa, 2 Maret 2021 - 13:17
in Nasional
Ilustrasi vaksinasi. Foto: Instagram/@kemenkes_ri

Ilustrasi vaksinasi. Foto: Instagram/@kemenkes_ri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah mendorong pelaksanaan vaksin gotong royong. Dengan mengeluarkan peraturan menteri kesehatan (Permenkes) Nomor 10/ 2021. Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah menilai implementasi vaksin gotong royong akan menemukan banyak masalah.

Ia menyebut, masalah tersebut berkaitan data. Karena, diindikasikan akan muncul tumpang tindih data penerima vaksin Covid-19. “Vaksin gotong royong ini hanya untuk individu dan keluarga pekerja/ karyawan perusahaan,” ujar Trubus Rahardiansyah melalui gawai, Selasa (2/3/2021).

BacaJuga:

Ancaman Ruang Digital Mengintai Anak, Komdigi Gaungkan “Seni Menunda Layar” dan PP Tunas

Mendiktisaintek: Generasi Muda Harus Perkuat Inovasi Berbasis Riset dan Teknologi

28.274 Jemaah Haji Telah Berangkat ke Tanah Suci, 125 Ribu Nikmati Fast Track

Masalah yang muncul lainnya, menurut Trubus, terkait penggunaan vaksin gotong royong ini. Pasalnya, vaksin yang digunakan berbeda dengan vaksin yang digunakan pemerintah saat ini. Vaksin gotong royong menggunakan moderna dan sinopharm.

“Harga vaksin ini (moderna dan sinovam) berbeda. Dari kadin minta tarif vaksin gotong royong Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Tapi sampai sekarang itu belum selesai dirumuskan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, dengan vaksin gotong royong tentu akan membebani masyarakat. Dan akan menimbulkn diskriminasi. Apalagi, vaksin gotong royong lebih baik.

“Masyarakat yang punya duit akan berbondong-bondong ikut vaksin gotong royong. Vaksinasi yang diselenggarakan pemerintah gagal dong,” katanya.

Lebih jauh Trubus menerangkan, pelaksanaan vaksin gotong royong menuntut perusahaan swasta bekerja sama dengan fasilitas kesehatan. Dan itu akan menambah anggaran vaksin goyong royong.

“Ini bisa menjadi celah komersialisasi, karena cost lebih mahal. Siapa yang mau jamin 6.668 perusahaan yang melaksanakan vaksin gotong royong dengan baik. Ini ada potensi penyimpangan, apalagi tidak ada sanksi dalam Permenkes tersebut,” terangnya.

Trubus menyakini, pelaksanaan vaksin gotong royong berpotensi terjadi tindak pidana korupsi (Tipikor). Apalagi dalam pelaksanaannya tidak ada pengawasan. “Vaksin gotong royong ini jadi keliru. Harusnya vaksinasi ini jadi tanggung jawab pemerintah, ini sesuai Kepres 11/2020 dan Kepres 12/2020,” ujarnya.

Pelaksanaan vaksin gotong royong, menurut Trubus, pemerintah ada kesan lempar handuk atau tidak mau tanggung jawab. “Dalam UUD 45 disebutkan tugas penyelenggara negara itu sebagai amanah. Jadi pemerintah jangan lempar tanggung jawab,” tegasnya. (nas)

Tags: covid-19Vaksin Gotong RoyongVaksinasi

Berita Terkait.

PP-Tunas
Nasional

Ancaman Ruang Digital Mengintai Anak, Komdigi Gaungkan “Seni Menunda Layar” dan PP Tunas

Minggu, 26 April 2026 - 19:27
riset
Nasional

Mendiktisaintek: Generasi Muda Harus Perkuat Inovasi Berbasis Riset dan Teknologi

Minggu, 26 April 2026 - 18:08
jamaah
Nasional

28.274 Jemaah Haji Telah Berangkat ke Tanah Suci, 125 Ribu Nikmati Fast Track

Minggu, 26 April 2026 - 17:07
phi
Nasional

PHI Gulirkan APEKA 2026, Perkuat Peran Media dalam Industri Hulu Migas

Minggu, 26 April 2026 - 16:06
sanung
Nasional

Gaung Kartini di IDSurvey, Maheswari Sisterhood Day 2026 Perkuat Kolaborasi Perempuan

Minggu, 26 April 2026 - 12:22
irene
Nasional

Kementerian Apresiasi Kolaborasi Kreatif Aniwayang Live di Museum Nasional

Minggu, 26 April 2026 - 12:12

BERITA POPULER

  • kartinian

    Ragam Busana Adat Daerah Warnai Kemeriahan Peringatan Hari Kartini 2026 di Permatahati

    905 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Semen Padang vs Persijap: Krisis Pemain, Kedalaman Skuad Kabau Sirah Diuji

    1354 shares
    Share 542 Tweet 339
  • Unggah Foto Wajah Burung, Instagram Lee Jong Suk Picu Spekulasi Hubungan dengan IU

    681 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Isu Lengser hingga Gibran Diseret, Pengamat Buka Peta Ancaman Prabowo

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Tunggu Restu Dewan Keamanan, Keikutsertaan Timnas Iran di Piala Dunia Masih Tanda Tanya

    658 shares
    Share 263 Tweet 165
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.