• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Pengamat Ungkap Alasan Besarnya Portofolio Kredit UMKM di BRI

Redaksi Editor Redaksi
Senin, 8 Februari 2021 - 20:09
in Ekonomi
Kantor Pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Kantor Pusat Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Besarnya portofolio kredit Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dimiliki BRI dinilai sebagai hal yang positif. Porsi kredit UMKM BRI tersebut terus meningkat di tengah periode pandemi menjadi 82,13% dari total kredit. Selain karena telah dikenal sebagai bank wong cilik, BRI dianggap wajar memiliki portofolio besar di segmen UMKM karena jaringannya yang menjangkau hingga penjuru Nusantara.

Kepala Pusat Kajian Iklim Usaha dan Rantai Nilai Global Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB Universitas Indonesia, Mohamad Dian Revindo mengatakan selama ini BRI telah dikenal sebagai bank yang paling bersentuhan dengan UMKM. Pandangan ini muncul karena BRI menjadi bank yang banyak melayani kebutuhan keuangan masyarakat di pedesaan, mulai dari penyediaan tabungan hingga pinjaman.

BacaJuga:

Perkuat Nilai Tawar, Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula

Era Digital Mengubah Segalanya, Industri Syariah Diminta Naik Kelas

Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI

“BRI memang bank yang dari sejarahnya paling bersentuhan dengan usaha UMKM, khususnya yang berskala mikro. Dan jangan lupa, kontribusi BRI dengan masyarakat pedesaan dan usaha mikro itu bukan hanya dalam bentuk kredit, karena keuangan mikro bukan hanya tentang kredit mikro, tetapi juga tabungan mikro, asuransi mikro, serta edukasi nasabah dalam mengelola keuangannya,” ujar Revindo.

Karena banyak melayani nasabah di kawasan pedesaan dan UMKM, maka tak heran apabila rasio kredit yang dimiliki BRI didominasi oleh nasabah segmen tersebut.

Menurut Revindo, BRI wajar menjadi bank terdepan dalam membantu pembiayaan UMKM karena perusahaan ini telah bergerak di segmen tersebut sejak puluhan tahun lalu.

“Kalau BRI saat ini berperan besar dalam penyaluran kredit untuk usaha mikro, itu memang karena sudah sejak 1985 BRI menyalurkan Kupedes melalui jaringan unitnya yang ada hampir di seluruh kecamatan, dan bahkan tidak sedikit di tingkat desa. Saat ini BRI punya lebih dari 10 ribu unit kerja, sangat wajar jika menjadi ujung tombak penyaluran kredit untuk usaha mikro,” tuturnya.

Sepanjang 2020, secara konsolidasian BRI telah menyalurkan kredit senilai Rp938,37 triliun atau tumbuh 3,89 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari jumlah tersebut, 82,13 persen merupakan kredit yang disalurkan terhadap segmen UMKM.

Dibedah lebih lanjut, sepanjang 2020 BRI berhasil menyalurkan kredit bagi debitur segmen Mikro senilai Rp351,3 triliun. Jumlah ini mencapai 40 persen dari nilai portofolio BRI.

Kemudian, rasio NPL (non performing loan) BRI secara konsolidasian tercatat 2,99 persen dengan NPL Coverage mencapai 237,73 persen. Tingkat NPL ini bisa dibilang terjaga dengan baik di tengah kondisi pandemi yang cukup menghantam segmen UMKM Indonesia. Revindo juga berpendapat bahwa kehati-hatian BRI dalam menjaga sustainability-nya di tengah pandemi yang belum kunjung usai juga terlihat dari nilai pencadangan kerugian yang kuat.

“BRI memelopori literasi keuangan masyarakat desa dan usaha mikro sudah sejak puluhan tahun lalu. Literasi keuangan inilah yang sekarang menjadi isu penting. Tanpa literasi keuangan, non performing loan dari kredit segmen mikro akan tinggi karena mereka tidak terbiasa menyisihkan/menabung penghasilannya. Tanpa literasi keuangan juga banyak usaha mikro memilih untuk tidak mengajukan pinjaman ke bank karena tidak bisa mengidentifikasi kebutuhan dananya atau enggan berurusan dengan utang bank,” tutupnya. (srv)

Tags: briBUMNcovid-19UMKM

Berita Terkait.

menkop
Ekonomi

Perkuat Nilai Tawar, Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:22
knecks
Ekonomi

Era Digital Mengubah Segalanya, Industri Syariah Diminta Naik Kelas

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:28
Budianto-Chandra
Ekonomi

Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI

Jumat, 15 Mei 2026 - 16:09
Penumpang-Pesawat
Ekonomi

FKBI Usul PPN Tiket Pesawat Dipangkas di Tengah Kenaikan Fuel Surcharge

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:18
Mata-Uang
Ekonomi

Tekanan Eksternal Mengganas, Rupiah Melemah di Tengah Alarm Krisis Energi

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:47
Belanja
Ekonomi

Awal 2026 Cerah, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penyelamat Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 15 Mei 2026 - 00:44

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    1592 shares
    Share 637 Tweet 398
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1179 shares
    Share 472 Tweet 295
  • Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    980 shares
    Share 392 Tweet 245
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    795 shares
    Share 318 Tweet 199
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    728 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.