• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Disway

Skenario Fatamorgana

Redaksi Editor Redaksi
Sabtu, 30 Januari 2021 - 06:07
in Disway
Logo DISWAY_Sabtu
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Dahlan Iskan

INDOPOSCO.ID – Komando Jihad juga begitu. G 30S/PKI juga begitu. Kanan begitu. Kiri begitu. Pun pendudukan gedung DPR/MPR Amerika Serikat –gedung Capitol– tanggal 6 Januari lalu.

BacaJuga:

Taruna Kelapa

ArtSubs Rambat

Palung Langit

Mereka yang bergerak ke gedung Capitol itu umumnya percaya: gerakan mereka akan langsung disambut dengan dekrit Presiden Donald Trump. Yakni bahwa negara akan langsung dinyatakan dalam keadaan darurat. Lalu tokoh-tokoh yang melawan Trump ditangkap. Termasuk presiden terpilih Joe Biden, Ketua DPR Nancy Pelosi, dan belakangan juga Wapres Mike Pence. Bahkan, mereka itu, akan langsung dieksekusi –agar tidak dibebaskan oleh pengadilan.

Mereka percaya akan ada kejadian seperti itu.

”Skenario” tersebut beredar luas di kalangan kelompok pendukung Trump. Yakni mereka yang percaya bahwa Amerika Serikat itu aslinya didirikan sebagai negara Kristen kulit putih. Yang sekarang lagi dibelokkan oleh kekuatan rahasia pemuja setan. Mereka merasa wajib berjuang mengembalikan Amerika sesuai dengan misi saat didirikannya.

Mike Pompeo sendiri saat mengakhiri jabatannya sebagai menteri luar negeri menegaskan: multikulturalisme bukanlah Amerika. Begitulah yang saya baca di Twitter-nya.

Memang, belakangan, kalau ditanya siapa Amerika itu, jawabnya adalah negara multikultural. Tapi tokoh pendukung Trump sekelas Pompeo pun secara tidak langsung ingin menegaskan: Amerika adalah itu tadi.

Dengan adanya skenario ”demo-duduki-dekrit-darurat-tangkap” seperti itu mereka mudah terpancing. Mereka berani menduduki Capitol sebagai bagian dari skenario. Apalagi Presiden Trump sendiri sudah berpidato di depan mereka. Yang minta untuk membanjiri Capitol. Dengan kekuatan. Bukan dengan jiwa lemah.

Kepercayaan mereka bertambah manakala diembuskan tambahan info: militer berada di belakang mereka. Untuk mengamankan dekrit presiden.

Ribuan tentara yang hari itu sudah memenuhi Washington DC mereka anggap sebagai bagian dari skenario. Mereka akan bergerak manakala dekrit diumumkan Trump.

Para pendukung Trump melihat sendiri. Tentara sudah menguasai wilayah sekitar Gedung Putih dan Capitol. Mereka yakin tentara itulah yang akan bergerak. Menangkapi para lawan Trump –yang mereka tuduh sebagai golongan kiri yang akan membawa Amerika menjadi negara komunis.

Dan mereka kecewa.

Semua itu tidak terjadi.

Trump memang terus mengikuti pergerakan pendukungnya memasuki Capitol. Yakni dari siaran streaming TV besar di Gedung Putih. Tapi ia tidak mengeluarkan dekrit yang mereka tunggu.

Maka setelah lima jam berada di Capitol –termasuk berhasil menjarah ruang kerja Pelosi dan mengambil laptopnyi– mereka berhasil dihalau.

Kini sudah lebih 400 orang ditangkap. Termasuk yang sudah membawa borgol ke Capitol. Juga yang berteriak ”gantung Pence”.

Komando Jihad di tahun 1968-1970 pun seperti itu. Beredar skenario di kalangan gerakan Islam tertentu bahwa Indonesia akan jadi komunis. Islam harus bergerak. Bahkan ada provokasi lebih baik mendirikan Negara Islam Indonesia.

Waktu itu saya masih kelas 3 Madrasah Aliyah (SMA). Saya termasuk yang diprovokasi itu. Saya memang sekretaris jenderal asosiasi santri di 100 madrasah lebih.

Teman-teman saya bersemangat sekali untuk mendirikan Negara Islam. Mereka mengatakan sudah 9 batalyon tentara yang memihak gerakan itu.

Kebetulan nafsu untuk mendirikan Negara Islam memang ada. Di bawah permukaan.

Setelah dirasa matang Komando Jihad bergerak. Atau, tepatnya, akan bergerak. Lalu ditangkapi. Ketua umum saya ditangkap. Ia cerdas. Bintang pelajar. Pandai pidato. Jago indoktrinasi.

Ternyata tidak ada itu dukungan batalyon yang disebut-sebut.

Guru dan teman-teman saya ditangkap. Ketua umum yang hebat tadi ditahan. Dimasukkan penjara. Hukumannya 20 tahun di penjara Koblen Surabaya. Masa depannya habis di penjara. Kepintarannya sia-sia.

Mereka umumnya tergiur oleh pancingan skenario seperti itu. Aneh. Masyarakat kelas Amerika juga terjebak skenario menduduki Capitol. Entah dari mana datangnya.

Baru sekian tahun kemudian diketahui: komandan tertinggi Komando Jihad itu, Haji Ismail Pranoto, putra tokoh pemberontak NII di Jabar, berkantor di sebelah ruang kerja Kepala Bakin Ali Murtopo.

Fanatik memang buta. Termasuk buta terhadap skenario fatamorgana. Dan hebatnya ini terjadi juga di Amerika. Di zaman medsos dan internet.

Bagaimana pula tidak terjadi di negara yang seperti kita. (*)

Tags: disway

Berita Terkait.

disway
Disway

Taruna Kelapa

Kamis, 24 September 2026 - 08:00
Disway

ArtSubs Rambat

Rabu, 23 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Palung Langit

Selasa, 22 September 2026 - 08:00
disway
Disway

Doa Mahjong

Minggu, 20 September 2026 - 08:00
Anggota Istimewa
Disway

Anggota Istimewa

Sabtu, 19 September 2026 - 08:00
disway
Disway

William Paputungan

Kamis, 17 September 2026 - 08:00

OLAHRAGA

java
Olahraga

Java United Buka Suara soal Perselisihan dengan Shin Tae-yong, Singgung Pemicu Keributan

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 24 September 2026 - 11:21

INDOPOSCO.ID – Kemenangan Persija Jakarta atas Java United justru menyisakan persoalan di luar lapangan. Duel yang berakhir dengan skor 1-0...

SelengkapnyaDetails
ferdinan

Resmi Berseragam Persija, Marselino Ferdinan Bawa Ambisi Besar

Kamis, 24 September 2026 - 09:19
tpkk

Tri Tito Karnavian Dorong Olahraga Jadi Kebiasaan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 23 September 2026 - 21:11
Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Ucapan “Pendatang” untuk Shin Tae-yong Berujung Laporan, Persija Serahkan ke Komdis PSSI

Rabu, 23 September 2026 - 12:45
5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

5 Pilar Macan Kemayoran Gabung Timnas di FIFA ASEAN Cup, Manajer Persija Titip Pesan

Rabu, 23 September 2026 - 09:46

BERITA POPULER

  • Dirut INDOPOSCO: Pentingnya Kompetensi Wartawan Hadapi Tantangan Era AI

    Kemendiktisaintek Siapkan Rp 2 Triliun Lebih untuk Dana Riset

    1027 shares
    Share 411 Tweet 257
  • Pasca-OTT KPK, Pegawai ATR/BPN Syok dan Buka Suara Soal ‘Struktur Bayangan’

    971 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Kementerian ATR/BPN Tancap Gas Kejar Target Sertipikasi 3 Juta Bidang Tanah MBR di 2027

    969 shares
    Share 388 Tweet 242
  • Pelayanan Pertanahan di Kabupaten Bogor Tetap Berjalan Pascapenangkapan Kepala BPN

    874 shares
    Share 350 Tweet 219
  • Produksi 1.250 Ton per Hari, Pabrik RDF Bekasi Ditargetkan Beroperasi Januari 2027

    802 shares
    Share 321 Tweet 201
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.