Nusantara

DLH Kabupaten Serang Selamatkan Lahan Kritis, Tindak Tegas Pencemar Lingkungan

INDOPOSCO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang sampai dengan triwulan kedua telah menjalankan berbagai program kerja prioritas yang menjadi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi). DLH Kabupaten Serang memberikan perhatian penuh terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut lingkungan hidup.

Persoalan lingkungan yang menjadi perhatian DLH di antaranya terkait dengan banyaknya lahan kritis yang ada di Kabupaten Serang, pengelolaan limbah baik limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) oleh perusahaan-perusahaan, dan penanganan sampah yang produksinya terus meningkat seiring bertambahnya penduduk Kabupaten Serang.

DLH Kabupaten Serang di bawah kepemimpinan Prauri dan Sekretarisnya Lutfi Kelana pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini telah melakukan penanaman ribuan batang pohon di beberapa titik di antaranya di Kecamatan Waringinkurung sebanyak 1.000 pohon lebih sebagai upaya untuk menyelamatkan lahan-lahan kritis.

Baca Juga : Satpol PP Kabupaten Serang Tertibkan Bangunan Pedagang Kaki Lima di Pasar Cikande

“Kalau standar nasional dan internasional kan minimal lahan penghijauan di Kabupaten serang harusnya 70 persen. Sekarang lahan kritris kita tanami pohon tiba-tiba dari pusat mengeluarkan izin dan akhirnya lahan yang sudah hijau dibongkar,” ujar Prauri, belum lama ini.

Saat ini lahan-lahan kritis di Kabupaten Serang tersebar di beberapa titik yang jumlahnya cukup banyak.

“Setelah dilakukan penghijauan masyarakat kita menjual tanahnya, enggak mungkin kita larang karena itu tanah mereka. Jadi kita ini seperti kejar-kejaran,” katanya.

Karena anggaran yang ada terbatas, DLH membangun kerja sama dengan perusahaan-perusahaan terutama perusahaan yang memiliki potensi pencemaran lingkungannya cukup tinggi dan sudah ada beberapa perusahaan yang mau bekerja sama penanaman pohon untuk membantu Pemkab Serang.

“Kalau ada kerja sama dengan perusahaan saya arahkan untuk langsung kerja sama dengan petaninya dan dinas cukup mengetahui dan memfasilitasi saja. Terakhir itu kita ada penanaman pohon mangrove dengan Indonesia Power PLTGU Cilegon OMU,” ungkapnya.

Sedangkan terkait dengan pengawasan perusahaan, Prauri memastikan pengawasan tetap berjalan terutama yang ada pengaduan dan pelapor menyertakan identitasnya sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ada dalam undang-undang.

“Kepatuhan perusahaan untuk melaporkan pengelolaan lingkungannya sudah mendingan dan 70 persen sudah mulai patuh. Perusahaannya yang melaporkan kita cek dokumennya sesuai atau tidak, kalau enggak sesuai kita arahkan,” tuturnya.

Namun untuk perusahaan yang tidak melaporkan pengelolaan lingkungannya sesuai yang diharuskan per triwulan sekali, pihak DLH mengirimkan surat dan jika tidak ditanggapi DLH langsung melakukan pengecekan.

“Pasti ada sesuatu hal dan kenyataannya memang seperti itu,” katanya.

Prauri memastikan, sudah ada perusahaan yang diberi sanksi setelah DLH melaporkan kepada pemerintah pusat dan provinsi sesuai dengan urusan dan kewenangannya masing-masing.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button