DLH Kabupaten Serang Lakukan Konservasi Lingkungan dan Optimalkan Penanganan Sampah

INDOPOSCO.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang fokus pada program konservasi dan mengoptimalkan penanganan sampah. Hingga pertengahan tahun ini, berbagai program sudah dilakukan.
Dalam melakukan konservasi lingkungan, DLH Kabupaten Serang sudah menjalankan berbagai program. Di antaranya, melakukan penanaman pohon di lahan kritis dan menanam mangrove di pesisir pantai yang tergerus abrasi.
Kepala DLH Kabupaten Serang Prauri mengatakan, penanaman pohon sudah dilakukan di beberapa kecamatan bertepatan pada peringatan Hari Lingkungan Hidup. Seperti yang dilakukan di Kecamatan Waringinkurung, Mancak, Baros, Anyar, dan Kecamatan Cinangka.
“Penanaman pohon dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam. Sehingga, tidak terjadi polusi yang tinggi dan mengantisipasi terjadinya bencana alam,” kata Prauri, Rabu (26/10/2022).
Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan penanaman mangrove di Pulau Lima. Penanaman mangrove ini dikerjasamakan dengan PT Indonesia Power.
“Ini dalam rangka mencegah terjadinya abrasi di pulau tersebut,” ujarnya.
Selain itu, DLH Kabupaten Serang berupaya untuk memaksimalkan penanganan sampah. Salah satunya, dengan cara menambah kecamatan yang diberi kewenangan mengelola sampah secara mandiri.
Penanganan sampah secara mandiri oleh kecamatan diyakini dapat lebih optimal. Karena, penanganan dapat berlangsung cepat dan efektif. Sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup), kecamatan yang diberikan kewenangan untuk mengelola sampah sebanyak 15 kecamatan. Saat ini, sudah ada sembilan kecamatan yang diberikan kewenangan penuh.
Sembilan kecamatan itu yakni Kecamatan Cinangka, Anyar, Kramatwatu, Ciruas, Kragilan, Kibin, Cikande, Baros, dan Kecamatan Pontang. Sementara, enam kecamatan lainnya sedang dipersiapkan sarana prasarananya.
Enam kecamatan yang sedang dipersiapkan yakni Kecamatan Pabuaran, Waringinkurung, Tirtayasa, Tanara, Ciomas, dan Kecamatan Padarincang. Pihaknya berencana akan melakukan pengadaan 23 truk pengangkut sampah untuk enam kecamatan tersebut.
“Proses perubahan untuk pengadaannya sedang kita usulkan,” katanya.
Dikatakan Prauri, meskipun penanganan sampah dilimpahkan ke kecamatan, pihaknya terus melakukan evaluasi bersama camat. Supaya, setiap kendala yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik.
Sekretaris DLH Kabupaten Serang Lutfi Kelana menambahkan, dalam rangka menangani sampah secara optimal, pihaknya juga gencar melakukan program 3R, yakni reuse, reduce dan recycle.
Program 3R ini, yaitu meminimalisasi pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) dengan cara mengolahnya terlebih dahulu. Pengeolahan sampah ini, salah satunya dilakukan melalui bank sampah.
Lutfi mengatakan, bank sampah saat ini sudah ada di berbagai desa. Pengelolaannya, dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat.
“Kita targetkan minimal di semua kecamatan ada bank sampah,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui bank sampah itu, sampah yang dihimpun dari masyarakat akan dipilah terlebih dahulu. Kemudian, diolah menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan.
“Seperti untuk pupuk kompos, bahan plastik cair, dan sebagainya, kemudian sisanya yang tidak bisa diolah baru dibuang ke TPAS,” ujarnya. (adv)