Nusantara

Limbah PT Indorama Bocor, Warga Karawang Protes

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi memediasi warga Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dan PT Indorama Synthetics terkait kebocoran limbah pabrik yang menyebabkan bau menyengat dan pencemaran sungai.

“Ada dua kepentingan yang harus dimediasikan, yakni kepentingan warga dan pihak perusahaan,” kata Dedi, di Purwakarta, Senin.

Ia menyampaikan pada dasarnya pihak perusahaan sudah membayar pajak yang besar ke negara sehingga sudah seharusnya negara menerjemahkan untuk membangun berbagai infrastruktur lingkungan.

Baca Juga : Sampah Makanan Buruk bagi Lingkungan, Padahal Bisa Diolah Lagi

Pembangunan infrastruktur lingkungan, kata dia, di antaranya dengan memberikan prioritas kesehatan kepada warga yang hidup berdampingan dengan pabrik. Misalnya di kecamatan yang tak memiliki potensi pencemaran, maka cukup disiapkan satu dokter, sedangkan di daerah potensi pencemaran pabrik maka jumlah dokter harus ditambah empat hingga lima orang.

Selain itu, paparnya, pihak perusahaan harus secara terbuka membuka data dan informasi terkait permasalahan limbah.

“Asumsi di masyarakat kalau hujan perusahaan buang limbah, ini harus diluruskan benar atau tidak. Kemudian persepsinya limbah sudah dibuang hujan tidak jadi, jadinya bau. Ini harus dijelaskan,” kata Dedi.

Ia menyampaikan saat dirinya menjabat sebagai bupati hampir tidak pernah ada bau menyengat dari PT Indorama Synthetics di Kecamatan Jatiluhur. Karena itu pihak perusahaan harus menjelaskan secara ilmiah terkait hal itu.

Dedi mengingatkan warga dan tokoh masyarakat setempat bahwa problem limbah tidak bisa ditukar dengan beras atau sembako lainnya karena problem limbah harus diselesaikan secara ilmiah.

Ia mengaku tak setuju jika setiap ada peristiwa kebocoran limbah atau lainnya ditandai dengan pembagian sembako karena hal itu akan membentuk persepsi masyarakat yang ketergantungan, bahkan berharap terjadi kebocoran agar mendapatkan bantuan dari perusahaan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button