Nusantara

Bupati HSU Nonaktif Ngaku Cuman Terima Suap Rp11,5 Miliar

INDOPOSCO.ID – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) nonaktif Abdul Wahid yang duduk di persidangan sebagai terdakwa mengaku hanya menerima gratifikasi berupa fee kontraktor pemenang lelang pekerjaan sebesar Rp11,5 miliar lebih berdasarkan perhitungan pihaknya.

“Jadi tidak seluruhnya jumlah dana yang dihitung oleh Penuntut Umum KPK benar-benar diterima oleh klien kami,” kata penasihat hukum terdakwa, Fadli Nasution saat membacakan pembelaan pada persidangan di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (8/8/2022) petang.

Atas perhitungan versi terdakwa itu, maka terjadi selisih sekitar Rp14,5 miliar dari tuntutan uang pengganti sebesar Rp26 miliar yang dituntutkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

Fadli juga meminta agar pihak-pihak yang turut menerima dan menikmati gratifikasi juga dihadapkan pada proses hukum dan mengembalikan dana sebagai bagian dari uang pengganti yang dituntutkan kepada kliennya.

Sementara Abdul Wahid yang hadir secara virtual dari Lapas Kelas IIA Banjarmasin meminta maaf kepada seluruh pihak termasuk masyarakat HSU dan masyarakat Kalsel yang menyoroti perkaranya.

Baca Juga: Bupati Mamteng Kabur, KPK Minta KSAD Hadirkan Anggota TNI

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button