Nusantara

Pemkab Lebak Minta ASN Tidak Terlilit Utang

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, meminta pegawai aparatur sipil negara (ASN) setempat tidak terlilit hutang karena bakal berdampak buruk kepada kinerja mereka.

“Pengalaman ASN yang terlilit hutang, mereka banyak yang meninggalkan tugas, kerja,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Lebak Halson Nainggolan di Lebak, seperti dikutip Antara, Rabu (29/6/2022).

Kebanyakan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak yang terlilit utang, katanya, itu hasil dari berhutang ke bank dan rentenir.

Pemerintah Kabupaten Lebak membolehkan ASN mengutang ke bank untuk keperluan kebutuhan produktif, seperti membeli rumah, pendidikan anak, maupun menginvestasikan modal usaha sampingan.

Mereka mengutang juga ada batas pinjaman sesuai dengan kemampuan pendapatan bulanan karena pinjaman harus sepengetahuan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) setempat.

Para ASN yang mengajukan pinjaman ke bank dengan gaji Rp3 juta/bulan, menurut dia, pimpinan merekomendasikan untuk angsuran maksimal Rp1,5 juta/bulan dan sisanya Rp1,5 juta untuk kehidupan keluarga.

Baca Juga: Tjahjo Minta PPK Awasi Jam Kerja ASN

“Kami minta semua OPD melakukan pembinaan kepada ASN, jangan sampai gaji minus akibat terlilit utang,” katanya mengingatkan.

Menurut dia, jumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak sekitar 9.000 orang, sebagian besar mereka berhutang ke bank dengan menjaminkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan PNS.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button