Rumah Rusak Akibat Gempa di Pandeglang Bertambah Jadi 2.724 Unit

INDOPOSCO.ID – Jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa dengan magnitudo 6,6 pada Jumat (14/1/2022) lalu terus bertambah menjadi 2.724 unit dari sebelumnya 2.559 unit.
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Selasa (18/1/2022) malam, jumlah rumah rusak ringan sebanyak 1.764 unit, rusak sedang sebanyak 581 unit dan rusak berat sebanyak 379 unit.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Nana Suryana ketika dihubungi indoposco.id, Selasa (18/1/2022) malam menjelaskan, rumah yang rusak tersebut tersebar di empat kabupaten yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.
“Untuk Kabupaten Pandeglang, rumah warga yang terdampak tersebar di 171 desa yang berada di 30 kecamatan. Sebanyak 1.536 rumah warga yang rusak ringan, 526 rusak sedang dan 362 rusak berat. Tidak hanya itu, sebanyak 43 gedung sekolah juga mengalami kerusakan, 16 puskesmas dan 4 kantor pemerintah. Jadi total rumah rusak di Pandeglang sebanyak 2.424 unit,” ujar Nana.
Baca Juga : Hingga Kini Ada 225 Desa Terdampak Gempa di Banten
Lebih lanjut Nana menjelaskan, untuk Kabupaten Lebak, rumah warga yang rusak tersebar di 56 desa yang berada di 19 kecamatan.
“Sebanyak 228 rumah rusak ringan, 38 rumah rusak sedang dan 16 rumah rusak berat. Selain itu, sebanyak 8 gedung sekolah yang rusak, 6 sarana ibadah dan satu kantor pemerintah. Total rumah rusak di Lebak sebanyak 282 unit,” ujarnya.
Selanjutnya, kata Nana, untuk Kabupaten Serang, rumah yang rusak tersebar di 6 desa yang berada di 4 kecamatan.
“Sebanyak 14 rumah warga yang mengalami kerusakan sedang dan satu rumah rusak berar,” katanya.
Yang terakhir, lanjut Nana, untuk Kabupaten Tangerang rumah warga yang rusak tersebar di 2 desa yang berada di 2 kecamatan.
“Sebanyak 3 rumah warga yang mengalami kerusakan sedang,” jelasnya.
Jadi, kata Nana, jumlah total fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang mengalami kerusakan, yakni untuk gedung sekolah sebanyak 54 unit, puskesmas sebanyak 16 unit, sarana ibadah 29 unit, kantor pemerintah sebanyak 6 unit dan tempat usaha 3 unit.
Nana mengatakan, tidak ada korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, ada 12 orang yang mengalami luka ringan dan berat.
“Sebanyak 10 orang warga yang mengalami luka di Kabupaten Pandeglang, terdiri dari 8 orang luka ringan dan 2 orang luka berat. Sedangkan di Kabupaten Lebak, sebanyak 2 orang mengalami luka ringan,” pungkasnya. (dam)