Nusantara

Dindikbud Bantah Ada Mark Up Pengadaan Lahan SMA/SMK di Lebak

INDOPOSCO.IDDinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten membantah adanya dugaan mark up atau penggelembungan harga pengadaan lahan untuk pembangunan gedung SMA/SMK (Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan) Negeri di Kabupaten Lebak, sebagaimana tudingan Sekreteris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Banten, Ishak Newton.

Kepala Dindikbud Banten H Tabrani menjelaskan, semua pengadaan lahan  untuk SMA/SMK Negeri  di sejumlah Kota dan Kabupaten di Provinsi Banten sesuai dengan aturan dan melibatkan tim apraissal, serta sudah melalui uji kelayakan oleh tim teknis.

Baca juga: Pelapor Apresiasi Kejati Banten Tetapkan Tersangka Kasus FS Lahan SMAN dan SMKN

“Kami tidak ingin ada persoalan dalam pengadaan lahan, sehingga kami melibatkan tim teknis untuk mengecek lokasi lahan yang akan dibagun sekolah, termasuk dalam penentuan harga juga dilakukan oleh tim independen alias tim apraissal,” ujar Tabrani kepada INDOPOSCO, Selasa (4/1/2021).

Menurrut Tabrani, adanya tudingan dugaan mark up pengadaan lahan di SMAN I Cirinten yang dilontarkan oleh Sekjen KNPI Banten Ishak Newton tidak mendasar dan mengarah kepada fitnah. ”Kami meragukan data yang disampaikan oleh yang bersangkutan untuk dijadikan dasar pemberitaan di salah satu media online,’’ cetusnya.

Dijelaskan, harga lahan yang saat ini sedang di bangun menjadi SMAN 1 Ciriten telah dibeli sesuai dengan harga hasil penilaian dari tim Apraissal, yakni Rp 43 ribu permeter, dimana awalnya pihak pemilik lahan sempat meminta harga Rp 70 ribu per meter, sehingga harga Rp 43 ribu per meter tersebut sudah sesuai dengan harga dari hasil penilaian tim apraissal.

”Penilaian harga bukan dari kami, namun hasil penilaian oleh tim apraisaal,” tegasnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button