• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nusantara

Tiga Penambang Tertimbun Longsor Galian Tanah di Kabupaten Sukabumi

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Minggu, 7 November 2021 - 16:50
in Nusantara
Warga dan pekerjaan galian tanah mengevakuasi jasad Darimi (55) warga Kampung Kutajaya, di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamaran Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jabar yang tertimbun tanah longsor di Kampung Pasirpacar, RT 03 RW 02, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug. Foto: Antara/Aditia Aulia Rohman

Warga dan pekerjaan galian tanah mengevakuasi jasad Darimi (55) warga Kampung Kutajaya, di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamaran Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jabar yang tertimbun tanah longsor di Kampung Pasirpacar, RT 03 RW 02, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug. Foto: Antara/Aditia Aulia Rohman

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Hujan deras yang turun hampir sepanjang hari diduga menjadi penyebab galian tanah yang berada di Kampung Pasirpacar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat longsor pada Minggu (7/11) dan menimbun tiga penambang yang satu korban di antaranya meninggal dunia.

“Bencana tanah longsor di lokasi galian tanah tepatnya di RT 03/02, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug akibat kondisi tanah tebing setinggi kurang lebih 30 meter dengan lebar 10 meter yang sudah labil dan diperparah dengan tingginya curah hujan. Akibatnya tanah tidak bisa menahan beban di atasnya dan akhirnya longsor,” kata Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cicurug Dodi Firmansyah kepada wartawan di Sukabumi, Ahad (7/11).

BacaJuga:

Sinergi Bea Cukai dan Aparat Bongkar Penyelundupan 2,6 Kilogram Ganja di Bandara Sentani, Jayapura

Bea Cukai Gagalkan Peredaran 254 ribu Batang Rokok Ilegal dalam Sebuah Minibus di Semarang

Gempa Bumi Dangkal Guncang Berau di Kalimantan Timur, Pusat Episenter di Darat

Sementara informasi yang dihimpun, bencana tanah longsor yang menimbun tiga pekerja galian terjadi saat kondisi cuaca tengah mendung yang sebelumnya sempat turun hujan. Sebelum tebing tanah longsor, tiga korban yang diketahui bernama Darimi (55), Dedih (50) dan Uci (57) bekerja seperti biasa di bawah tebing.

Namun tiba-tiba tanah yang tepat berada di atas warga Kampung Cibuntu, RT 06/03, Desa Pasawahan dan Kampung Benteng, Desa Kutajaya, Kecamatan Cicurug ini longsor. Kejadian yang begitu cepat menyebabkan ketiganya tidak berhasil menyelamatkan diri dan terkubur hidup-hidup.

Pekerja lainnya dan warga sekitar yang melihat kejadian itu, langsung memberikan bantuan dengan menggunakan alat seadanya, Dedih dan Uci berhasil diselamatkan, namun Darimi meninggal di lokasi.

Meskipun berhasil diselamatkan Uci mengalami luka berat dan saat ini masih menjalani pengobatan, sementara Dedih mengalami luka ringan dan menjalani perawatan di rumahnya. Meskipun demikian, korban selamat masih trauma atas kejadian yang hampir merenggut nyawanya bahkan harus kehilangan satu rekannya.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, TNI, Polri, relawan dan unsur Muspika Cicurug saat ini masih berada di lokasi kejadian untuk memantau kondisi lokasi bencana dan korban.

Polsek Cicurug sudah memasang garis polisi agar warga tidak mendekat ke lokasi tebing tanah yang longsor tersebut dikhawatirkan terjadi longsor susulan yang bisa saja kembali menelan korban.

“Kami imbau warga agar tidak mendekat ke lokasi bencana antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi hujan masih mengguyur tempat kejadian yang bisa menambah labil kondisi tebing tanah dan berpotensi longsor susulan,” tambahnya, dikutip dari Antara.

Dodi mengatakan tebing yang longsor itu tidak hanya menimbun tiga pekerja galian, juga mengakibatkan satu unit truk engkel ikut terkubur. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut material tanah dan bebatuan itu belum dievakuasi dari lokasi karena dikhawatirkan terjadinya longsor susulan.(arm)

Tags: Bencana AlamKabupaten Sukabumilongsorpenambang

Berita Terkait.

bc3
Nusantara

Sinergi Bea Cukai dan Aparat Bongkar Penyelundupan 2,6 Kilogram Ganja di Bandara Sentani, Jayapura

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:05
bc
Nusantara

Bea Cukai Gagalkan Peredaran 254 ribu Batang Rokok Ilegal dalam Sebuah Minibus di Semarang

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:43
Gempa-Berau
Nusantara

Gempa Bumi Dangkal Guncang Berau di Kalimantan Timur, Pusat Episenter di Darat

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:10
TTD
Nusantara

FSPPG-KSARBUMUSI Gandeng PERGUNU, Bangun MCK dan Mobiler bagi Madrasah di Pidie Jaya

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:18
Petugas-BC
Nusantara

Amankan Masyarakat dari Barang Ilegal, Kanwil Bea Cukai Khusus Papua Catatkan Kinerja Positif Pengawasan dan Penindakan pada Semester I 2026

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:25
Warga
Nusantara

Warga Watuduwur Sambut Pembukaan TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0708 Purworejo

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:05

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    12368 shares
    Share 4947 Tweet 3092
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2738 shares
    Share 1095 Tweet 685
  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1527 shares
    Share 611 Tweet 382
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1271 shares
    Share 508 Tweet 318
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1183 shares
    Share 473 Tweet 296
Kane
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Inggris Ditekuk Argentina, Harry Kane Sesali Strategi Parkir Bus yang Berujung Petaka

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:30

INDOPOSCO.ID - Kapten Timnas Inggris Harry Kane mengakui, bahwa strategi mempertahankan keunggulan 1-0 di babak final Piala Dunia 2026 justru...

SelengkapnyaDetails
Enzo

Hasil Piala Dunia: Comeback Dramatis! Argentina Bekuk Inggris, Tantang Spanyol di Final

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:17
Mbapee

Curhat Mbappe Setelah Prancis Ditekuk Spanyol, Singgung Kegagalan Taktik di Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:24
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.