Nusantara

Polres Bukittinggi Tangkap Penjual 583 Burung Dilindungi

INDOPOSCO.ID – Satuan Reskrim Polres Bukittinggi, Sumatera Barat, menangkap seorang diduga penjual satwa yang dilindungi bersama barang bukti 583 ekor burung di Parabek Nagari Ladang Laweh, Agam, pada Selasa (05/10) malam.

Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Allan Budi Kusumah Latinusa di Bukittinggi, Rabu, menjelaskan penangkapan pelaku dilakukan di rumahnya setelah mendapat informasi dari masyarakat.

“Pelaku inisial F (49), kita amankan setelah adanya informasi bahwa ia telah melakukan jual beli satwa yang dilindungi,” ucap Allan.

Polisi lewat Tim Kerambit setelah itu melaksanakan kir ke rumah pelaku dan teruji di rumah nya ditemui ratusan ekor burung yang diperkirakan sedia untuk dijual.

Bagi Kasat Reskrim, ratusan burung yang ditemui di rumah pelaku tersebut merupakan berbentuk 583 binatang yang dilindungi dengan bermacam tipe.

“Untuk pemeriksaan sementara, ada sekitar 10 jenis burung yang kita data, yaitu tiga ekor Cucak Kuricang, dua ekor Brinyi Kelabu, 14 ekor Cuca Sayap Hijau, sembilan ekor Sunda Bulbul Sumatera, 500 ekor Pleci, 16 ekor Poksai, 14 ekor Kucica Kampung, delapan ekor Cuca Gunung, 12 ekor Madu Srikandi dan lima ekor Murai Besi,” ucapnya.

Seluruh burung dengan kandangnya itu dibawa Kepolisian ke Polres Bukittinggi sebagai barang bukti untuk dilakukan penyelidikan lebih jauh.

“Untuk saat ini pelaku yang biasa menjual sedang kita lakukan pemeriksaan, dan dilakukan identifikasi oleh Pihak BKSDA Bukittinggi,” ujar Allan.

Pelaku dijerat dengan Pasal 40 ayat( 2) Jo. Pasal 21 ayat( 2) huruf a UU Republik Indonesia No 5 Tahun 1990 mengenai Konservasi Sumber Daya Alam Biologi dan Ekosistemnya bila teruji bersalah.

Sedangkan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam( BKSDA) Bukittinggi Vera Chicko mengatakan terdapat 4 tipe burung yang dilindungi dari 10 tipe yang sukses diamankan Polres Bukittinggi.

“Terdapat empat jenis satwa dilindungi yaitu Pleci, Poksai Sumatera, Cicau Daun Sayap Biru dan burung madu leher-merah atau jantingan,” ujarnya.

Kasat Reskrim Allan menambahkan imbauannya kepada masyarakat untuk tidak melanggar hukum dengan dalih berdagang karena dapat menimbulkan kerusakan pada kawasan Suaka Alam dan kawasan pelestarian.

“Tindakan yang melanggar ketentuan tentang perlindungan tumbuhan dan satwa yang dilindungi, merupakan pelanggaran hukum, oleh karena itu Polres Bukittinggi melakukan pengawasan langsung maupun tidak langsung atas pelestarian dan perlindungan terhadap tumbuhan maupun satwa tersebut,” ucap Allan. (mg4)

Back to top button