Nusantara

Tim Tabur Tangkap Pengusaha Paulus Iwo, Buronan Proyek Pengadaan Sollar Sell Kota Manado

INDOPOSCO.ID – Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado yang dikoordinir Kasi Pidsus Evans E. Sinulingga, SE, SH, MH bekerja sama dengan Tim Tabur Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Timur berhasil mengamankan Buronan Tindak Pidana Korupsi atas nama Ir. Paulus Iwo di Jalan Pulo Nangka Timur III/C RT 8 Kel. Pulo Gadung, Kec. Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (21/9/2021).

Paulus merupakan buronan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No. 1768 K/PID.SUS/2018 tanggal 19 November 2018. Dia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam kegiatan Pekerjaan Penyediaan Sarana dan Prasarana Penerangan Jalan Umum pada Dinas Tata Kota Manado yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Manado T.A 2014 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 9.664.219.000,- (sembilan milyar enam ratus enam puluh empat juta dua ratus sembilan belas ribu rupiah).

Menurut Kasi Pidsus Kejari Manado, Evans E. Sinulingga, dalam pekerjaan tersebut terpidana Paulus (Direktur PT. Triofa Perkasa) selaku penyandang dana bersama-sama dengan Ir. Robert Hendry Wowor selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Lucky Alfredo Martolomius Dandel selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Ariyanti Marolla, ST selaku Kuasa Direksi PT. Subota International Contractor telah bekerja sama dalam penentuan pemenang proyek di mana PT. Subota International Contractor sebagai pemenang lelang dan terpidana telah meminjam PT. Subota International Contractor untuk melaksanakan pekerjaan tersebut padahal jaminan lelang yang dimasukkan dalam dokumen lelang adalah palsu.

“Tak hanya itu, dalam pelaksanaan pekerjaan, terpidana telah melakukan perubahan spesifikasi baterai yang seharusnya merk Best Solution Batery (BSB) 12 V – 120 Ah diubah menjadi BSBp 120 Ah Bull Power yang dibeli dari China yang tidak dilengkapi SNI serta belum dilakukan uji laboratorium (kekuatan hanya 3-6 jam sehari sedangkan dalam kontrak disyaratkan 10 jam per hari) dan sampai dengan kontrak berakhir tanggal 30 Desember 2014 pekerjaan dimaksud tidak selesai namun dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan Tahap I sebagai tanda bahwa terpidana telah menyelesaikan pekerjaan 100 %,” kata Evan.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button