Nusantara

Tanpa Pemimpin, Papua Memanas

INDOPOSCO.ID – Situasi politik Papua memanas. Ini setelah Wakil Gubernurnya meninggal dunia dan gubernurnya sakit dan harus dirawat di Singapura. Penunjukan Plh Gubernur menjadi kontroversi.

Gubernur Papua Lukas Enembe meminta masyarakat Papua tidak terprovokasi atas ragam informasi yang membanjiri lalu lintas media sosial terkait dengan penunjukan Sekretaris Daerah Provinsi Papua Dance Yulian Flassy sebagi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Papua.

Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus di Jayapura, Minggu, mengatakan Lukas Enembe meminta agar tidak memberi ruang kepada segelintir kelompok yang memiliki kepentingan lain terutama bagi kelompok yang ingin memisahkan Papua dari NKRI untuk menunggangi situasi ini, sebab gubernur tidak ingin rakyat menjadi korban.

“Gubernur Papua Lukas Enembe melihat dan memantau kondisi rakyatnya di Papua pascaberita menyoal penunjukan Plh Gubernur Papua mengisi ruang-ruang publik melalui media massa maupun media sosial,” katanya.

Menurut Rifai Darus, Lukas Enembe memohon kepada masyarakat Papua untuk menahan segala rencana aksi turun ke jalan atau kegiatan lainnya yang menciptakan kerumunan terlebih kondisi pandemi COVID-19 yang kini tengah bereskalasi.

“Gubernur Papua Lukas Enembe berpesan ingin meninggalkan legacy yang baik kepada rakyatnya dan penerusnya, oleh karena itu, tidak menginginkan adanya friksi yang timbul di tengah masyarakat,” ujarnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button