Driver Ojol Tewas Dilindas Brimob, Kemenag: Penyuluh Agama Tebar Kerukunan Umat

INDOPOSCO.ID – Seluruh aktor layanan Bimbingan Islam (Bimas) Islam, mulai dari tingkat pusat hingga daerah harus berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat dan harmoni sosial.
Pernyataan tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad pascatewasnya Affan Kurniawan pada peristiwa demonstrasi, Kamis (28/08) kemarin.
“Kami meminta kepada seluruh jajaran Bimas Islam hingga para penyuluh agama dan penghulu di lapangan, untuk terus menjaga persatuan,” ujar Abu.
Ia juga mengajak seluruh pemuka agama dan tokoh masyarakat, termasuk para da’i, penceramah, takmir masjid, dan pimpinan ormas Islam serta majelis taklim, agar ikut serta dalam meredam dinamika sosial belakangan ini.
“Kami ucapkan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan. Semoga almarhum husnul khatimah, segala amal baiknya diterima di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ucapnya.
Direktur Penerangan Agama Islam (Penais), Ahmad Zayadi, secara khusus menekankan bahwa penyuluh agama memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam merawat kerukunan.
“Penyuluh adalah jembatan yang menghubungkan pesan-pesan agama dengan realitas sosial. Gunakanlah mimbar dan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai kasih sayang, toleransi, dan persatuan,” ujarnya.
Ia menyoroti bahaya pertikaian yang dapat merusak sendi-sendi kebangsaan. “Mari kita hindari pertikaian dan perdebatan yang tidak produktif. Sebaliknya, mari kita kedepankan dialog dan musyawarah. Perbedaan adalah keniscayaan, tapi persatuan adalah pilihan yang harus kita perjuangkan,” tegasnya.
Ia berharap, dengan peran aktif para penyuluh agama dan para pemuka agama lainnya, masyarakat dapat mengambil hikmah dari setiap peristiwa, termasuk wafatnya Affan Kurniawan, untuk terus memperkuat ukhuwah wathaniyah (persaudaraan kebangsaan).
“Mari kita jadikan duka ini sebagai pemersatu, bukan pemecah belah, dan bersama-sama membangun kembali harmoni,” ujarnya. (nas)