Palestina Darurat Dokter, Ketua BKSAP DPR Minta Prabowo Kirim Bantuan

INDOPOSCO.ID – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Mardani Ali Sera menyatakan kecaman atas agresi militer Israel yang terus melakukan pembantaian terhadap warga Palestina, bahkan juga terhadap ribuan petugas medis serta perusakan fasilitas kesehatan. Terlebih lagi, Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan kedaruratan dokter.
“Saya nyatakan Israel biadab! Tidak menghargai hak-hak kemanusiaan yang diatur oleh dunia internasional. Dokter dan petugas kesehatan mestinya diberi perlindungan, bukan malah diculik, bahkan sampai dibunuh,” kata Mardani dengan nada tinggi saat dihubungi indopos.co.id, Kamis (31/10/2024).
Sebagaimana dikutip dari Anadolu Agency, Kementerian Kesehatan Palestina memberikan contoh Palestina saat ini darurat petugas medis,
semisal, hanya satu dokter yang tersisa di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara setelah staf medis fasilitas tersebut diculik atau ditahan oleh tentara Israel.
“Hanya ada satu dokter anak yang tersisa di rumah sakit dari semua spesialisasi,” kata Kementerian Kesehatan Palestina.
Kementerian Kesehatan Palestina meminta organisasi internasional untuk segera mengirim tim medis, termasuk ahli bedah, ke rumah sakit untuk membantu merawat pasien dan orang yang terluka.
Bahkan, pada hari Jumat (25/10/2024), kantor media pemerintah Gaza dan Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan kehilangan kontak dengan staf medis di dalam rumah sakit Kamal Adwan setelah serangan Israel. Menurut saksi mata, tentara Israel mundur dari fasilitas medis pada hari Sabtu setelah menahan ratusan orang, termasuk staf medis dan pasien.
Senada dengan pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina, Mardani juga turut mendesak dunia internasional mengecam agresi militer dan bahu membahu menyelematkan warga Gaza Palestina.
“Dunia internasional perlu bahu membahu menyelematkan warga Gaza dan Palestina dari kehancuran dan bencana kemanusiaan ini. Kembalikan para dokter dan mudahkan kehadiran para dokter dari luar,” tegas Mardani.
Mardani juga meminta kepada Pemerintahan RI, khususnya Presiden Prabowo Subianto segera mengambil sikap untuk segera mengirim bantuan dokter dan bantuan lainnya untuk rakyat Palestina.
Terlebih lagi, ucap Mardani, pemerintah Indonesia sudah dilecehkan oleh Israel dengan aksi pembakaran Rumah Sakit Indonesia yang berada di Gaza Utara pada Selasa (22/10/2024).
“Saya imbau Pemerintah Indonesia harus turut serta mengirimkan bantuan dokter dan segera memperbaiki Rumah Sakit Indonesia yang dibakar oleh militer Israel,” seru Mardani.
“Pembakaran rumah sakit, sekolah ataupun camp pengungsian oleh militer Israel merupakan pelanggaran berat, melanggar hukum internasional, hukum humaniter internasional dan hak asasi manusia. Pemerintah Indonesia dan dunia internasional harus tegas mengecam tindakan Israel ini,” pungkas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan. (dil)