Nasional

Bulog Dinilai Gagal Serap Gabah Petani Akibatnya Harga Beras Naik

INDOPOSCO.ID – Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB) University Prima Gandhi menilai Badan Urusan Logistik (Bulog) sedikit sekali atau gagal menyerap gabah petani saat musim panen raya 2022. Terlebih harga beras naik di akhir tahun 2022.

Hal tersebut menjadi dalih Bulog mengimpor beras, karena cadangan beras pemerintah di Bulog itu sendiri sangat sedikit mempenetrasi harga yang ada di lapangan, sehingga bukan karena produksi menipis.

“Buka data Bulog yang pernah dipaparkan dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV, saat musim panen raya, di mana padaMaret hanya membeli gabah 41 ribu ton,” kata Gandhi dalam keterangannya, Bogor, Sabtu (24/12/2022).

Berita Terkait

“Kita harus percaya dan benar-benar merujuk pada data produksi atau stok beras yang dirilis BPS, di mana stok beras dalam negeri benar-benar tersedia,” tambahnya.

Baca Juga: Gandeng Koperasi dan TTI, Kementan Pasarkan Beras Petani ke 6 Titik di Jakarta

Wakil Direktur Sekolah Vokasi IPB Kampus Sukabumi itu menyebutkan, rencana impor beras dari Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan alasan stok beras 2022 di Bulog per 22 November 2022 hanya 594.856 ton.

Sementara Bulog harus memiliki Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 1,2 juta ton. Padahal, jika merujuk data BPS yang dirilis pada Oktober 2022, total luas panen padi 2022 diperkirakan 10,61 juta hektar atau naik 1,87 persen dari 202 dan diperkirakan total produksi beras 32,07 juta ton, meningkat 2,29 persen dari produksi tahun lalu.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button