Nasional

Kementerian PUPR Siapkan Desa Percontohan BSPS di Ngabab, Malang

INDOPOSCO.ID – Pembangunan rumah layak huni yang dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Desa Ngabab, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur mendapatkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah desa setempat. Mereka menilai Program BSPS sangat membantu sekitar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) seperti buruh tani serta peternak sapi “gaduh” untuk meningkatkan kualitas 113 rumah yang sebelumnya tidak layak menjadi lebih layak huni.

Salah seorang penerima Program BSPS di Desa Ngabab, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Hariyadi (37) bersama isterinya Ramiati mengungkapkan keluarganya tidak pernah menduga bisa membangun rumah menjadi layak huni. Apalagi dirinya hanyalah seorang buruh tani dan bekerja serabutan dan tidak memiliki penghasilan tetap.

“Saya hanya bekerja sebagai buruh tani yang hanya dibayar Rp 50 ribu selama bekerja setengah hari di ladang. Itu pun kalau ada yang meminta bantuan untuk mengerjakan pekerjaan tani ya kalau tidak ada ya nggak kerja,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.

Dirinya menceritakan rumahnya dulu hanya dari kayu, berdinding dari anyaman bambu, lantainya tanah dan atapnya sering bocor apabila hujan turun. Namun dengan pendampingan petugas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Program BSPS, saat ini rumahnya telah berubah drastis terlihat dari konstruksi pondasi beton, dinding hebel dan memiliki lantai yang diplester.

Sejak mendapatkan sosialisasi Program BSPS di Balai Desa Ngabab, Haryadi mulai yakin bahwa rumah layak adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi. Hariyadi pun rela menggunakan tabungan keluarga sebanyak Rp 25 juta untuk menambah dana stimulan dari Kementerian PUPR sekitar Rp 20 juta.

“Alhamdulillah sekarang rumah saya jadi lebih layak karena sudah dibangun berkat Program BSPS dan berharap kegiatan ini dilanjutkan ke depan. Kami mendapat pendampingan dari TFL mulai dari sosialisasi hingga saat proses pembangunan dan pastinya BSPS ini gratis dan tidak ada potongan sama sekali,” terangnya.

Hal senada disampaikan warga Desa Ngabab lainnya yakni Suhardi (51). Dirinya mengungkapkan, baru kali ini keluarganya mendapatkan bantuan perumahan dari pemerintah. Keluarganya pun sangat bersyukur bisa memperoleh dana BSPS senilai Rp 20 juta yang di gunakan untuk membeli bahan bangunan Rp 17,5 juta dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button