Ternyata Kelompok Milenial Masih Jadi Etalase Politik

INDOPOSCO.ID – Pakar komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Nyarwi Ahmad menyebutkan munculnya tren milenialisasi politik, di mana orang-orang yang tidak milenial bergaya dan menciptakan identitas milenial.
“Mileniasi politik yang terjadi itu seperti latah,” ujar Nyarwi dalam webinar bertajuk “Struktur dan Kultur E-Democracy Indonesia” yang disiarkan langsung di kanal YouTube Sekolah Politik dan Komunikasi Indonesia seperti dikutip Antara, Jumat (23/7/2022).
Menurut Nyarwi hal ini menyiratkan bahwa kelompok milenial masih belum jadi aktor utama demokrasi dan masih jadi etalase politik belaka.
Baca Juga : UGM Tempati Peringkat 231 Kampus Terbaik Dunia
Meski demikian, sambung Nyarwi, milenial secara faktual banyak ikut berpartisipasi dalam demokrasi di media sosial hanya saja secara struktur belum terartikulasikan dengan baik. “Jadi kulturnya sebenarnya ada, kuturnya itu sosial media, internet ini menyuburkan kultur berdemokrasi, karena apa yang tidak bisa dibicarakan di lembaga formal menjadi bahan diskusi,” kata Nyarwi.
Agar milenial lebih partisipatif dalam berdemokrasi melalui teknologi digital atau e-democracy, kata Nyarwi. Dia juga menyebut partai politik juga perlu mereformasi kultur kelembagaan politik, begitu pula dengan cara kerja dalam sistem demokrasi.
Ia juga mengingatkan bahwa agar e-democracy di masa mendatang tak menjadi bencana, kalangan milenial sebagai penyangga demokrasi penting pula memiliki dan merawat gagasan besar keindonesiaan.
“Di era media sosial momentum anak muda untuk tampil sebagai politisi, sebagai leader, api juga jangan tampil tanpa punya substansi ide tadi,” ujarnya. (wib)