Nasional

Ibu Kota Negara Selalu Menjadi Incaran Para Kombatan

INDOPOSCO.ID – Keamanan nasional menempati kedudukan vital dalam perkembangan perekonomian dan sosial suatu negara. Salah satu isu yang paling penting dalam keamanan nasional adalah keamanan ibu kota negara.

Melihat dari berbagai strategi peperangan, ibu kota negara selalu menjadi incaran para kombatan. Hal ini dikarenakan ibu kota negara memiliki peran yang strategis sebagai pusat gravitasi dari pemerintahan, ekonomi, serta instrumen militer.

Dengan demikian, ibu kota negara menjadi objek vital strategis yang harus dilindungi oleh segenap kekuatan militer suatu negara.

Penting bagi Indonesia untuk mengantisipasi berbagai serangan yang menargetkan ibu kota, baik dalam bentuk serangan yang datang dari udara, darat, laut, maupun siber.

Perbincangan mengenai pertahanan dan gangguan keamanan ibu kota baru tak luput dari diskusi publik. Bahkan, diskusi publik telah ramai berlangsung sejak sebelum Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara disahkan. Apalagi, perpindahan ibu kota negara menuju Kalimantan Timur membawa ibu kota Indonesia menjadi lebih dekat dengan Malaysia.

Perpindahan ibu kota negara dari Pulau Jawa menuju Pulau Kalimantan mengakibatkan pergeseran pusat gravitasi dari pemerintahan Indonesia. Strategi pertahanan negara pun mengalami perubahan akibat pergeseran ini.

Potensi Ancaman

Direktur Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas RI Bogat Widyatmoko mengungkapkan berbagai potensi ancaman pertahanan dan gangguan keamanan yang mengintai ibu kota negara baru Indonesia, yakni Ibu Kota Nusantara.

Ancaman pertama adalah lokasi ibu kota negara yang berbatasan darat dengan Malaysia. Perbatasan darat dengan Malaysia terbentang sepanjang 2.062 km. Menurut Bogat, hal ini merupakan pintu masuk untuk ancaman pertahanan dan gangguan keamanan.

Apalagi, Indonesia dan Malaysia acap kali terlibat dalam perselisihan mengenai batas-batas wilayah, baik darat maupun lautan. Guna menghindari kondisi tersebut pada masa depan, diplomat Indonesia harus lebih piawai dalam menjalankan diplomasi kepada Malaysia.

Pecahnya konflik dengan Malaysia yang mungkin terjadi pada masa depan dapat menjadi ancaman serius bagi Indonesia karena letak ibu kota yang kini berbatasan langsung dengan Malaysia.

Tidak hanya itu, Bogat juga memaparkan bahwa posisi Ibu Kota Nusantara dikelilingi oleh aliansi-aliansi pertahanan, seperti Five Power Defence Arrangements (FPDA) yang melibatkan Malaysia, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan Inggris, serta aliansi keamanan Australia, Inggris, dan Amerika Serikat atau AUKUS.

Di sisi lain, Ibu Kota Nusantara juga dihimpit dengan keberadaan Belt and Road Initiative (BRI) yang merupakan strategi pembangunan global oleh Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Strategi pembangunan ini tentunya melibatkan pembangunan infrastruktur dan investasi di 152 negara.

Dampak dari himpitan aliansi keamanan yang sarat akan dukungan blok Barat, berikut dengan BRI yang merupakan inisiatif Tiongkok sebagai salah satu negara saingan terkuat Amerika Serikat, kata Bogat, mendatangkan sebuah tantangan geostrategi baru bagi Indonesia.

Terlebih, dengan posisi Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri nonblok.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button