Nasional

Daerah yang Capaian Vaksinasi Rendah Diminta Fokus Kejar Target

INDOPOSCO.ID – Daerah kabupaten/kota yang capaian vaksinasi Covid-19 masih rendah sehingga tidak memenuhi syarat untuk melaksanakan vaksinasi  booster diminta oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk konsentrasi dan fokus mengejar target.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid ketika dihubungi indoposco.id, Rabu (5/1/2022) menjelaskan vaksin booster akan dimulai   di 244 kabupaten/kota yang  sudah mencapai target indikator capaian  70 persen dosis satu dan 60 persen dosis satu lanjut usia (lansia).

Baca juga: Tiga Daerah di Banten Masih Rendah Capaian Vaksinasi, Kabupaten Serang Paling Kecil

“Untuk daerah yang masih belum tercapai akan konsentrasi mengejar pada target capaian,  baru bisa memulai booster,” kata Nadia.

Menurut Nadia, ketersediaan vaksin saat ini cukup memadai, tinggal daerah mencari sasaran vaksinasinya.

“Sekarang  jumlah vaksin cukup, tinggal daerah cari sasaran vaksinasinya,” ujarnya.

Untuk ketahui bahwa  pelaksanaan vaksinasi booster menyasar kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria 70 persen suntik dosis pertama dan 60 persen suntik dosis kedua vaksin Covid-19.

Namun tidak semua kabupaten/kota di Indonesia memenuhi syarat untuk melaksanakan vaksinasi booster.

Hanya 244 dari 514 kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut. Sementara 270 kabupaten/kota lainnya belum memenuhi syarat vaksin booster. Artinya lebih dari 50 persen kabupaten/kota belum memenuhi target vaksin 70 persen dari jumlah penduduk.

Bahkan tak cuma itu, 22 provinsi Indonesia yang  cakupan vaksinasinya masih sangat rendah itu di antaranya adalah Aceh (18,70 persen), Sumatera Utara (34,63 persen), Sumatera Barat (21,13 persen), Riau (27,92 persen), Sumatera Selatan (27,74 persen), Bengkulu (24,38 persen), Lampung (27,28 persen), Jawa Barat (40,06 persen), NTB (31,34 persen), NTT (24,35 persen), Kalimantan Barat (27,74 persen), Kalimantan Tengah (34,64 persen), Kalimantan Selatan (24,41 persen).

Selanjutnya, Sulawesi Utara (37,09 persen), Sulawesi Tengah (22,65 persen), Sulawesi Selatan (28,56 persen), Sulawesi Tenggara (21,96 persen), Gorontalo (30,42 persen), Sulawesi Barat (22,46 persen), Maluku (18,93 persen), Maluku Utara (20,52 persen), dan Papua Barat (24,85 persen).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button