• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Pandemi di Tahun Kedua, Sektor Pertanian Tetap Berjaya

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 23 Desember 2021 - 10:03
in Nasional
kementan
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Agus Salim, SS, M.Si, Paranata Humas Ahli Muda Kementerian Pertanian

INDOPOSCO.ID – Peran pemerintah sebagai pelayan publik dalam pemenuhan hajat hidup masyarakat sangat dinantikan. Kewajiban itu sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Menjadi tantangan ketika tugas dan kewajiban pemerintah itu dihadapkan pada era distrupsi akibat pandemi Covid-19, sistem distribusi 11 kebutuhan pangan pokok masyarakat Indonesia membutuhkan pendekatan khusus dengan diberlakukannya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa Kota dan provinsi, dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diterapkan sejak awal tahun 2021.

BacaJuga:

KPK Geledah Kantor BPK Jawa Tengah, Sita Uang Ratusan Juta

Tolak Redefinisi Korupsi ala Luhut, Legislator PKS Desak Reformasi Sistem Peradilan Pidana

Korlantas Polri Perkuat Pelayanan dan Keharmonisan Lewat Doa Bersama

Kehadiran pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian sebagai garda terdepan dalam pengamanan rantai pasok pendistribusian dan pemenuhan kebutuhan pangan pokok masyarakat sebagai wujud upaya menghadirkan pelayanan prima telah dilakukan. Bahkan menjadi perhatian khusus Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo. Dalam beberapa kesempatan, pria yang kerap dipanggil Komandan ini menyampaikan “Masalah pertanian adalah masalah kebutuhan keseharian masyarakat, tidak ada orang yang tidak butuh makan”. Jelas, ini menjadi tantangan tersendiri apakah pertanian sebagai penopang hajat hidup kebutuhan pangan masyarakat dapat diandalkan.

Indonesia sebagai negara yang menganut welfare state mempunyai peran sebagai pelayan masyarakat (public services) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pada kenyataannya mungkin saja pelayanan birokrasi pemerintah terhadap masyarakat belum seperti yang diharapkan, ini harus menjadi perhatian dan tanggungjawab pemerintah, atau mungkin diperlukan perubahan prilaku pemberi layanan dan penerapan konsepsi pelayanan publik yang kekinian.

Pada sektor pertanian diperlukan kepastian terpenuhinya logistik untuk pemenuhan pasokan pangan di masyarakat dengan cara mempertemukan produsen dengan pasar, baik pasar tradisonal yang menguasai lebih dari dua pertiga kebutuhan masyarakat, maupun pasar modern dan direct selling oleh berbagai platform, sebagai pelayan publik sektor pangan juga berusaha mempertemukan keahlian para pelaku agribisnis, baik petani sebagai stakeholder utama, produsen lainnya maupun asosiasi dan kelompok, pemasar dan pemangku kebijakan. Hal ini dilakukan karena sektor pertanian kita tercatat tetap tumbuh melaju dan mampu menjadi mesin penggerak perekonomian nasional.

Kinerja sektor pertanian telah menunjukan ketangguhannya dalam menghadapi badai perekonomian yang tidak kondusif, Presiden Joko Widodo di suatu kesempatan menyampaikan bahwa ditengah pandemi sektor pertanian menjadi sektor unggulan bisa tetap bergerak produktif dan melibatkan banyak tenaga kerja. Senada dengan data yg dikeluarkan Badan Pusat Statistik atau BPS (diolah Pusdatin Kementan), di sepanjang tahun 2020 pertanian melaju dan menjadi sektor yang konsisten tumbuh positif sebesar 1,75 persen di tengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang minnus hingga 2,07 persen.

Kinerja sektor pertanian pada perekonomian negara berlanjut hingga tahun 2021. Nilai ekspor pertanian (segar, olahan) terus meningkat, tercatat ekspor pertanian hingga november tahun ini mencapai Rp549,11 triliun atau meningkat 42,47 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Januari-November). Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP), sebagai salah satu indikator kesejahteraan petani grafiknya juga meningkat, September 2021 NTP mencapai angka sebesar 105,58 atau naik 0,96 persen jika dibandingkan NTUP bulan sebelumnya, dan NTUP mampu berada di posisi 105,58 atau naik 0,074 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Kementan sejauh ini mampu melakukan adaptasi terhadap realitas masyarakat, dengan melakukan berbagai terobosan, bersama kaum milenial menciptakan berbagai program yang mengedepankan teknologi dan kolaborasi, di era platform e-commerce (bisnis digital), untuk mendekatkan dan mendapat tempat di hati konsumen, berbagai transaksi bahan pokok pangan melalui marketplace ditambah lagi dengan pemanfaatan fintech sekarang ini marak dipergunakan oleh masyarakat, hal ini menjadi tantangan tersendiri pada hilirisasi atas pengolahan dan pemasaran hasil pertanian untuk dengan cepat dan tepat dapat langsung dinikmati masyarakat.

Kementerian Pertanian telah berupaya secara masif menunaikan tugasnya untuk menyediakan pangan lebih dari 267 juta rakyat Indonesia, menjamin ketersediaan pangan, para petani tetap bekerja, stakeholder dan pelaku usaha bidang pertanian tidak diam agar roda perekonomian tetap berjalan.

Ini semua dilakukan karena ancaman pandemi Covid-19 telah memberikan dampak negatif pada bidang perekonomian, beberapa ekonom memprediksi pandemi ini berpotensi mengakibatkan resesi. Hal itu bisa diantisipasi tentunya dengan kerjasama, kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan sektor swasta.

Pelayanan terhadap konsumen pun semakin ditingkatkan, berbagai terobosan, kerjasama dengan semua pihak telah dilakukan, hadirnya ATM Pertanian Si-Komandan yang tersebar di setiap Markas Komando Distrik dalam penditribusiannya bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat ini merupakan bentuk tanggungjawab Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai institusi yang bertanggungjawab dalam urusan pangan dengan layanan pengelolaan sektor pertanian yang semakin modern, dengan pengembangan inovasi ATM Beras mempunyai kapasitas muat 180 kg dengan keluaran beras 1,5 kg, dengan layanan operasi 12 jam perhari dengan sekali tekan berasnya langsung keluar. keberadaan ATM dinilai mampu membantu warga yang mengalami keterbatasan akses pangan selama mengikuti kebijakan pemerintah akibat pandemi Covid-19.

Dengan hadirnya Pasar Mitra Tani (PMT)/Toko Mitra Tani (TTI) milik Kementan, pengolahan hasil pertanian didekatkan dengan penerima manfaat diantaranya dengan melalui aplikasi pemesanan layanan marketplace online seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli dan masih banyak lagi seperti kerjasama dengan start up etanee, Tani Supply dan SayurBox, layanan pemesanan via Gojek dan Grab dalam pengembangan pemasaran produk pertanian. Salah seorang pelaku UMKM, Devi Maharani mengaku merasa dapat kemudahkan penjualan hingga ke seluruh elemen masyarakat dengan harapan dapat terus berlanjut sampai berakhirnya masa pandemi.

Hadir juga Kanal digital, Lapak Kostratani Online telah dirilis Kementerian Pertanian bersama Bukalapak, sebagai kanal bagi petani berniaga online mitra bisnis marketplace dan start up yg sedang marak di masyarakat, lapak ini ibarat ”jalan tol” bagi petani karena dapat menghapus jarak dan persingkat waktu untuk menjumpai konsumen, bentuk pelayanan prima yang mesti terus dikawal dan dikembangkan keberhasilannya, didukung oleh Balai Penyuluhan Pertanian selaku Komando Strategis Pembangunan Pertanian (BPP KostraTani).

Kementerian Pertanian juga menyajikan terobosan berupa aplikasi Indonesian Maps of Agricultural Commodities Export (IMACE), aplikasi digital yang mempertemukan pelaku usaha agribisnis dengan petani guna mempermudah ekspor produk pertanian. Dalam aplikasi ini, Kementan menyajikan informasi data ekspor pertanian secara real-time. Selain itu, aplikasi ini juga menyajikan data pemetaan potensi komoditas pertanian ekspor di daerah sentra dan menjadi input dalam pemberdayaan masyarakat, dan pastinya dapat diakses melalui situs web dan android.

Kementan menyiapkan formulasi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku dalam hal pemasaran produk hasil pertanian secara online, yakni Produk, Kemasan dan Izin Edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sesuai semangat yang dihembuskan Menteri Pertanian, Indonesia memiliki kemajuan dan kemandirian usaha yang terus berkembang pesat secara modern, sesuai visi pertanian maju, mandiri dan modern.

Dalam menginisiasi dan fasilitasi masyarakat terhadap pemenuhan pangan dilakukan dalam upaya memperpendek rantai distribusi sehingga masyarakat mendapatkan harga barang yang baik dan kesejahteraan petani juga bisa terjaga, akses bahan pangan terbuka dengan cepat dengan jangkauan yang luas, dengan mengambil barang langsung dari petani sehingga harga pangan menjadi lebih murah, namun petani tetap mendapat harga yang wajar, seluruh lembaga dan mitra kerja ikut bergerak dan roda perekonomianpun berjalan lancar.

Berbagai upaya pemerintah dalam perannya sebagai pelayan publik, terutama sektor pangan sangat diperlukan, sebagai salah satu penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sebagai kebutuhan primer, sektor yang memproduksi pangan akan cenderung relatif stabil, dan aktifitas pertanian akan lebih mudah beradaptasi dengan protokol kesehatan dibandingkan dengan sektor lain, sehingga pemberlakuan pelayanan terhadap produk hasil pertanian harus bisa menyesuaikan dengan permintaan masyarakat, sesuai yang dikatakan Sinambela (2010:6) bahwa tujuan dari pelayanan publik pada dasarnya adalah memuaskan masyarakat.

Selama Pemerintah mampu mengendalikan dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, maka selama itu pula keberhasilan sektor ini mampu menghadirkan pelayanan prima, pelayanan publik yang berkualitas karena dinilai mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen, semoga.*

Tags: agus salimKementanpandemi covid-19pertanian

Berita Terkait.

KPK Geledah Kantor BPK Jawa Tengah, Sita Uang Ratusan Juta
Nasional

KPK Geledah Kantor BPK Jawa Tengah, Sita Uang Ratusan Juta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:31
Tolak Redefinisi Korupsi ala Luhut, Legislator PKS Desak Reformasi Sistem Peradilan Pidana
Nasional

Tolak Redefinisi Korupsi ala Luhut, Legislator PKS Desak Reformasi Sistem Peradilan Pidana

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:23
Korlantas Polri Perkuat Pelayanan dan Keharmonisan Lewat Doa Bersama
Nasional

Korlantas Polri Perkuat Pelayanan dan Keharmonisan Lewat Doa Bersama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:21
Kemendagri Minta Pemda Susun Aturan yang Permudah Pelayanan dan Tak Bebani Masyarakat
Nasional

Kemendagri Minta Pemda Susun Aturan yang Permudah Pelayanan dan Tak Bebani Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:47
Wamendiktisaintek Targetkan Fakultas Kedokteran Gigi di Tiap Provinsi pada 2029
Nasional

Wamendiktisaintek Targetkan Fakultas Kedokteran Gigi di Tiap Provinsi pada 2029

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:05
Karhutla Membara 3 Bulan, Kemenkes Cuma Klaim Siagakan Puskesmas dan Oksigen
Nasional

Karhutla Membara 3 Bulan, Kemenkes Cuma Klaim Siagakan Puskesmas dan Oksigen

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:35

OLAHRAGA

champion
Olahraga

Hasil Liga Champions: MU Dipermak Como, Bayern Gagal Menang Atas Arsenal

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:10

INDOPOSCO.ID - Malam Liga Champions 2026/2027 matchday ketiga pada Rabu (21/10/2026) malam hingga Kamis (22/10/2026) dini hari WIB kembali menghadirkan...

SelengkapnyaDetails
persija

Persija vs Arema: Shin Tae-yong Siapkan Strategi Redam Singo Edan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:51
Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Hasil Liga Champions: Hujan Gol Tercipta, PSG hingga Liverpool Berpesta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 07:16
Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Super League Membara! Macan Lapar Cari Pelampiasan, Singa Edan dan Juku Eja Siap Jadi Algojo

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:31
Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Jadwal Liga Champions: PSG-Barca Saling Jegal, Arsenal Uji Kekuatan Bayern

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:40

BERITA POPULER

  • Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    Gandeng Musisi Tanah Air, Kemendikdasmen Kian Menggelorakan Lagu Anak Lewat KICAU

    2646 shares
    Share 1058 Tweet 662
  • IWBIF 2026 Digelar di Jakarta, IWAPI Dorong Pengusaha Perempuan Indonesia Go Global

    1156 shares
    Share 462 Tweet 289
  • Debut Azka Corbuzier di New York Tuai Pujian, Film “Home, Almost” Bikin Penonton Menangis

    1097 shares
    Share 439 Tweet 274
  • Kunci Wirausaha Kuat, Ekonomi Melesat Perpres No. 38 Tahun 202

    1303 shares
    Share 521 Tweet 326
  • Usai Gempa M4,1 Guncang Bogor, Getaran Susulan hingga Malam

    1394 shares
    Share 558 Tweet 349
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.