NasionalNusantara

Tak Terbantahkan, New York Agreement Bukti Papua Bagian Indonesia

INDOPOSCO.IDNew York Agreement pada 1962 wilayah Papua bagian dari Indonesia. Pernyataan tersebut diungkapkan Duta Besar Senior Pamong Papua, Michael Manufandu dalam acara daring, Selasa (30/11/2021).

Keputusan tersebut, menurutnya, merupakan kesepakatan antara Indonesia dan Belanda dengan menandai tangani perjanjian New York Agreement pada 15 Agustus 1962. Dalam perjanjian tersebut terdapat isi pokok pertama Belanda menyerahkan Papua kepada The UN Temporary Executive Authority (UTEA).

Lalu, pokok kedua Indonesia harus laksanakan suatu Act of Free Choice.

“Pada Oktober 1962 Belanda menyerahkan otoritas adminitrasi Papua ke UTEA dan pada 31 Desember 1962 bendera Merah Putih berkibar di Tanah Papua, yang menandakan kekuasan de jure RI di Papua dan diawasi oleh PBB,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, Presiden Soeharto datang ke Jayapura untuk mengumumkan secara resmi kepada pemerintah dan masyarakat Irian Jaya yang ada di Papua secara de Jure dan de facto Papua bagian dari Indonesia.

“Berdasarkan New York Agreement pada 1962,” kata dia.

Baca Juga: Pemerintah Harus Serius Jaga Kelestarian Hutan Papua

Kemudian, lanjut dia, pemerintah Indonesia memberikan Otonomi Khusus (Otsus) bagi Irian Jaya dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1969. Dan membebaskan tahanan politik di seluruh Tanah Papua yang dipenjarakan di Kota kota seluruh Indonesia.

“Itu adalah pengumuman resmi dari Presiden Soeharto pada tanggal 12 Agustus 1969 lalu,” tegasnya.

Ia mengatakan, setelah 1969 hasil keputusan disampaikan ke sidang umum PBB pada 19 November. Sidang itu dicatat pada 2504 dijelaskan bahwa pengalihan Irian Jaya dari Belanda ke Indonesia diakui Internasional.

“Jadi sudah jelas bahwa Papua bagian dari Indonesia. Tinggal sekarang ini membangun Papua lebih baik dan maju, sejajar dengan daerah lain yang ada di Indonesia,” ujarnya.

“Maju dan berkembang ada di tangan rakyat Papua. Jadi ilusi kemerdekaan tidak ada lagi di mata rakyat Papua. Rakyat Papua bersama-sama membangun daerah untuk maju sejajar dengan daerah lain,” imbuhnya. (nas)

Back to top button