Nasional

Dugaan Kerugian Negara terkait Kasus Pabrik Gula Djatiroto Rp15 Miliar

INDOPOSCO.ID – Dugaan kerugian negara yang ditimbulkan dalam proyek pengadaan dan pemasangan Six Roll Mill (mesin penggiling) di pabrik gula Djatiroto, PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XI periode 2015-2016 sekitar Rp15 miliar dari nilai kontrak Rp79 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Jumat (26/11/2021) menjelaskan KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan tersangka.

Pengumuman tersangka dilakukan oleh Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata dalam konferensi pers, Kamis (25/11/2021) malam.

Baca Juga : Kasus Korupsi di Pabrik Gula Djatiroto, KPK Periksa Direktur PT Indotara Persada

Para tersangka dalam kasus ini yakni Budi Adi Prabowo (BAP), Direktur Produksi PTPN XI tahun 2015-2016. Selain itu, Arif Hendrawan (AH), Direktur PT. Wahyu Daya Mandiri (WDM).

Dalam konstruksi perkara, KPK membeberkan bahwa tersangka BAP selaku Direktur PTPN XI periode tahun 2015-2016 yang telah mengenal baik tersangka AH selaku Direktur PT WDM, melakukan beberapa kali pertemuan di tahun 2015 yang di antaranya menyepakati bahwa pelaksana pemasangan mesin giling di Pabrik Gula Djatiroto adalah tersangka AH walaupun proses lelang belum dimulai sama sekali.

Sebelum proses lelang dimulai, tersangka BAP dengan beberapa staf PTPN XI dan tersangka AH melakukan studi banding ke salah satu pabrik gula di Thailand.

Baca Juga : Kasus Dugaan Korupsi di Pabrik Gula Djatiroto, KPK Periksa Direktur PT ISS

Dalam kunjungan tersebut diduga dibiayai oleh tersangka AH disertai dengan adanya pemberian sejumlah uang kepada rombongan yang ikut, termasuk salah satunya tersangka BAP.

Setelah studi banding ke Thailand tersebut, tersangka BAP memerintahkan salah satu staf PTPN XI untuk menyiapkan dan memproses pelaksanaan pelelangan dengan nantinya dimenangkan oleh PT WDM.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button