Nasional

7.000 Kartu Bansos Terlambat, Risma Minta Pemkab Nganjuk Selesaikan!

INDOPOSCO.ID – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk, Jawa Timur (Jatim) untuk menyelesaikan penyaluran lebih dari 7.000 kartu bantuan sosial (bansos) yang terlambat.

Risma mengatakan, keterlambatan penyaluran bansos kebanyakan dari jenis Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako.

“BPNT ini kan ada peran e-warong, jadi tidak selancar PKH. Kami ada mekanisme yang sedang diujicobakan sehingga nanti bisa mengontrol penggunaan bantuan di BPNT,” kata Risma dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (21/11/2021).

Baca Juga : Kapolri Serahkan Bansos ke Pekerja Seni di Yogyakarta yang Terdampak Covid-19

Dari data yang tersedia, untuk BPNT/ Kartu Sembako, terlihat bahwa pada bulan September sebanyak 3.582 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) belum terdistribusi.

Kemudian pada bulan Oktober sebanyak 3.579 KKS belum terdistribusi. Sehingga total terdapat 7.161 KKS yang belum terdistribusi di Kabupaten Nganjuk.

Sementara, Namun untuk Program Keluarga Harapan (PKH), relatif lancar. Sebab, penyaluran PKH menggunakan skema transfer langsung ke rekening keluarga penerima manfaat (KPM) dan dicairkan secara tunai.

Baca Juga : Agar Bantuan Lancar, Penerima Bansos di Bengkulu Diminta Vaksin

“Saya minta hari Senin besok semuanya telah clear, semua KPM harus sudah menerima bantuan secara cash. Ini telah bulan November pak. Sudah tidak ada waktu lagi,” kata Risma seperti dilansir Antara, Minggu (21/11/2021).

Kepada Bank-Bank Milik Negara (Himbara), Risma menekankan untuk mempercepat proses pencairan bantuan. Dia menyatakan kepada bank, bahwa tidak ada hambatan dalam penyaluran bantuan baik dengan alasan rekening terblokir atau data ganda.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button