Nasional

Dugaan Gratifikasi dan TPPU Mantan Bupati Probolinggo, KPK Periksa 5 Saksi

INDOPOSCO.ID – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 5 saksi terkait tindak pidana korupsi (TPK) seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Provinsi Jawa Timur.

“Hari ini (1/11/2021) pemeriksaan saksi TPK terkait seleksi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021, dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk tersangka Puput Tantriana Sari (PTS) dan kawan-kawan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, Senin (1/11/2021).

Ali mengungkapkan, pemeriksaan para saksi dilakukan di Polres Probolinggo Kota, Jl. Dr. Moch Saleh No. 34, Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Baca Juga : Penahanan Bupati Probolinggo Nonaktif Diperpanjang, Ini Alasan KPK

Saksi-saksi yang diperiksa yakni Rachmad Waluyo, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo / Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kabupaten Probolinggo; Edi Suyitno, ajudan Sekretaris Daerah (Sekda)/ Staf pada Sekretariat Daerah (Setda); Hardono Prasetyo Adi, Fungsional Pengadaan pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo; Meda Hajar Aswati, Fungsional Pengadaan pada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Probolinggo; dan Muhamad Munif, pemilik CV Wahyu Anugraha.

Untuk diketahui KPK menetapkan status terbaru mantan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminuddin sebagai tersangka gratifikasi dan TPPU.

Sebelumnya, pasangan suami istri itu terjerat operasi tangkap tangan (OTT) kasus jual beli jabatan kepala desa.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button