Nasional

Kasus Korupsi di Koltim, KPK Periksa Aspri Bupati dan Anggota ULP

INDOPOSCO.ID – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa asisten pribadi (Aspri) mantan Bupati Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Merya Nur yakni Nikyta Faradilla dan 8 anggota kelompok kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Pemeriksaan ini terkait kasus tindak pidana korupsi (TPK) fee proyek tahun anggaran 2021 dengan tersangka mantan Bupati Koltim, Andi Merya Nur dan mantan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim Anzarullah.

“Hari ini (12/10/2021) pemeriksaan saksi TPK pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara tahun anggaran 2021 dengan tersangka Andi Merya Nur dan kawan-kawan,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kepada INDOPOSCO, Selasa (12/10/2021).

Ali menjelaskan, pemeriksaan dilakukan di Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi, Direktorat reserse Kriminal Khusus, Kepolisian Daerah (Polda)  Sulawesi Tenggara, Jalan Haluoleo Nomor 1, Mokoau, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Para saksi yang diperiksa antara lain Dewa Made Ratmawan, Kepala Bagian ULP Kabupaten Koltim; dan 7 anggota Pokja ULP yakni Ririn Wijaya, Haeruddin, Sarmin Ishak, Gusti Putu Artana, I Putu Sidiono, Andi Ahmad Tongasa, dan Fandy Warsya Ashari.

Untuk diketahui, Andi Marya Nur dan Anzarullah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK dan ditetapkan tersangka Selasa (21/9/2021) lalu.

Dalam konstruksi perkara, KPK membeberkan bahwa pada pada Maret sampai dengan Agustus 2021, Andi Merya Nur dan Anzarullah menyusun proposal dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupa dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) serta Dana Siap Pakai (DSP).

Kemudian awal September 2021, Andi Merya Nur dan Anzarullah datang ke BNPB Pusat di Jakarta untuk menyampaikan paparan terkait dengan pengajuan dana hibah logistik dan peralatan, di mana Pemkab Kolaka Timur memperoleh dana hibah BNPB yaitu Hibah Relokasi dan Rekonstruksi senilai Rp26,9 miliar dan hibah Dana Siap Pakai senilai Rp12,1 miliar.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button