Nasional

Post Truth dan Mediamorfosis Jadi Tantangan Humas Kepolisian

INDOPOSCO.ID – Kepala Biro (Karo) Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Moch. Hendra Suhartiyono, M.Si mengatakan ada dua tantangan humas kepolisian saat ini yakni post truth dan mediamorfosis.

Post truth adalah kondisi pasca kebenaran di mana fakta tidak terlalu berpengaruh dalam membentuk opini publik dibanding emosi dan keyakinan individu.

“Post truth terjadi sebagai imbas dari kemajuan teknologi informasi yang asimetris dengan kapasitas adaptasi pemerintah dan masyarakat. Adanya kompetisi politik yang tidak berkesudahan, dan adanya dukungan dari masyarakat tertentu pada ideologi anti Pancasila,” ujar Hendra saat membawakan materi pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Uji Konsekuensi Informasi Publik yang digelar oleh Divisi Humas Polri di Aula Serbaguna Polda Banten Rabu (22/9/2021).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Karo PID Divisi Humas Polri yang diikuti oleh Humas Polda Banten, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Satuan Kerja (Satker) Polda Banten dan Humas Polres jajaran.

Selain post truth, kata Hendra, mediamorfosis juga menjadi tantangan terkini, yaitu fenomena banyaknya lintasan informasi di media massa yang dapat diakses dalam satu genggaman, juga fenomena ketika semua orang bisa memproduksi informasi dan membangun media sendiri (citizen journalist).

“Kondisi ini, membuat masyarakat banjir akan informasi yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan, sehingga dampaknya adalah terjadinya perubahan perilaku di masyarakat,” ujarnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button