Nasional

Komoditas Ekspor, Kementan Genjot Produksi Kakao dan Manggis Bali

INDOPOSCO.ID – Dukungan penuh diberikan Kementerian Pertanian (Kementan) RI bagi petani untuk meningkatkan produksi komoditas ekspor, termasuk kakao dan manggis dari Bali, agar mengupayakan pengolahan bahan mentah (raw material) menjadi komoditas ekspor ke mancanegara.

Menteri Pertanian (Mentan) RI Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa setiap daerah pada 34 provinsi harus mampu memperkenalkan dan mengusung komoditas pertanian andalan untuk tujuan ekspor.

“Bukan cuma diperkenalkan, genjot pula produktivitasnya agar menjadi komoditas andalan ekspor,” katanya.

Hal serupa dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi di Pusat Pelatihan Petani Swadaya (P4S) Buana Lestari di Desa Angkah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali, Kamis (16/9/2021).

“Saya nilai P4S Buana Lestari di Tabanan sudah luar biasa, namun harus digenjot terus produktivitasnya. Saat ini sudah lumayan, kalau produktivitas bisa ditingkatkan lagi maka akan luar biasa,” ujarnya.

Dedi mengingatkan agar petani meningkatkan nilai jual dari produk pertanian mereka, untuk diolah terlebih dahulu dan dikemas dengan baik dan menarik sehingga pembeli pun akan bangga membelinya.

“Petani jangan jual mentah atau fermentasi produk, harus diolah dahulu, kalau perlu gabung dengan kelompok tani lain. Produk pertanian harus diolah dan dikemas supaya nilai jualnya meningkat,” tandasnya.

Dedi mengingatkan bahwa petani harus mengetahui bagaimana cara mengolah, mengemas dan pemasaran. Manggis misalnya, dengan sedikit intervensi maka kualitas KW1 akan layak ekspor, karena manggis tanaman tropis yang tidak akan dijumpai di negara subtropis, maka peluang tersebut harus dimanfaatkan. “Bali ini daerah wisata, bukan kita yang datang tapi wisatawan kemari, ini harus dimanfaatkan,” pungkasnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button