Nasional

Sosialisasi Kepabeanan, Bea Cukai Sasar Masyarakat, UMKM dan TNI

INDOPOSCO.ID – Secara kontinu, Bea Cukai terus berupaya mengedukasi masyarakat akan ketentuan pabean yang berlaku melalui gelaran sosialisasi yang dilaksanakan kantor-kantor pelayanan Bea Cukai di berbagai daerah. Sosialisasi pabean yang dikemas dalam talkshow radio, pembekalan materi, hingga seminar, ditujukan kepada masyarakat luas dari berbagai lapisan, mulai dari importir perorangan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) hingga aparat TNI.

Kepala Seksi Humas Bea Cukai, Sudiro, pada Kamis (10/06) mengatakan tujuan pelaksanaan sosialisasi aturan kepabeanan tersebut, “Kami ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat akan ketentuan pabean yang nantinya akan berdampak pada peningkatan kepatuhan pengguna jasa terhadap undang-undang yang berlaku.”

Dikatakan Sudiro, sosialisasi kerap dilakukan dengan memanfaatkan siaran radio kantor, seperti yang dilakukan Bea Cukai Yogyakarta. Melalui talkshow bertajuk Bincang Pabean yang berlangsung pada tanggal 3 Juni 2021 lalu, petugas Bea Cukai memberikan informasi tentang ketentuan impor barang kiriman. Hal ini terkait dengan tugas Bea Cukai Yogyakarta yang menangani impor barang kiriman di Kantor Pos Lalu Bea Plemburan.

“Seperti kita ketahui bersama, per 30 Januari 2020 telah diberlakukan secara efektif peraturan impor barang kiriman terbaru, yaitu Peraturan Menteri Keuangan nomor 199/PMK.010/2019 Tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai, dan Pajak Atas Impor Barang Kiriman. Apabila sebelumnya batas nilai pabean yang dibebaskan dari bea masuk adalah FOB USD75 per penerima barang per hari, di aturan tersebut menjadi FOB USD3 per penerima barang per kiriman,” ujar Sudiro.

Ia melanjutkan, dalam siaran radio tersebut petugas menginformasikan bahwa untuk mengetahui estimasi besarnya bea masuk dan pajak dalam rangka impor barang kiriman dari luar negeri, masyarakat bisa menggunakan aplikasi Mobile BeaCukai yang bisa diunduh secara gratis di Playstore. “Nah, kalau mau cek sampai di mana proses barangnya, bisa tracking secara mandiri juga melalui aplikasi Mobile BeaCukai di menu Hitung Pungutan. Atau bisa juga cek di www.beacukai.go.id/barangkiriman,” jelasnya.

Menurut Sudiro masyarakat juga tak henti diingatkan agar waspada terhadap penipuan mengatasnamakan Bea Cukai. “Jika ada oknum yang menghubungi dengan modus ada barang kiriman dari luar negeri, kemudian diminta untuk membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor , diikuti dengan ciri-ciri diminta transfer ke rekening pribadi, jika tidak dibayar segera akan ditangkap oleh pihak berwenang (disertai ancaman jika tidak mau membayar), tidak memberikan nomor resi barang kiriman, atau memberi nomor resi tetapi tidak dapat di-tracking di website resmi Bea Cukai maka harus hati-hati. Silakan segera cek kebenaran infonya ke kantor Bea Cukai terdekat,” ujarnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button