Nasional

Milad 20 Tahun, BAZNAS Kuatkan Visi Melayani dan Mensejahterakan Umat

indoposco.id – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memasuki babak baru dengan dilantiknya 11 pimpinan masa bakti 2020-2025 dengan Ketua Prof. Dr. H. Noor Achmad, M.A. dan Wakil Ketua, Mokhamad Mahdum. Memasuki usia 20 tahun, BAZNAS RI bertekad menjadi pilihan pertama pembayar zakat dan lembaga utama mensejahterakan umat selama 5 tahun periode ini.

Achmad Noor mengatakan, selama ini BAZNAS telah dijalankan sebagai sebuah kekuatan milik umat yang penuh amanah sebingga mendapatkan kepercayaan dari dalam dan luar negeri. BAZNAS juga memperoleh pengakuan dari lembaga independen dengan capaian sertifikat manajemen mutu ISO dan berbagai penghargaan setiap tahunnya.

“Namun semuanya tentu saja juga akan mengikuti perkembangan karena tantangan ke depan semakin banyak dan berat. Maka kami tegaskan pimpinan pada periode ini akan betul-betul memperkuat BAZNAS sebagai lembaga pemerintah non stuktural yang diberi tugas pengelolaan zakat secara nasional,” ujar Noor Achmad.

BAZNAS akan terus mengkoordinasikan BAZNAS Provinsi maupun BAZNAS Kabupaten/Kota di seluruh indonesia, dan lembaga amil zakat yang ada di seluruh Indonesia.

“Kita akan mencoba membuat BAZNAS maju dan dipercaya tidak hanya pusat namun juga daerah dan LAZ,” tuturnya.

BAZNAS akan menghadirkan berbagai inovasi dalam strategi penghimpunan, penyaluran, pengendalian dan pelaporan sehingga pengelolaan zakat dapat efektif dan efisien.

Salah satunya, BAZNAS akan mengembangkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di luar negeri untuk membantu mahasiswa di luar negeri sehingga ketika mereka kembali ke Indonesia, mereka akan menjadi pejuang BAZNAS di masa depan.

BAZNAS juga akan meningkatkan muzaki di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai BUMN. Noor mengatakan, yang terpenting bukanlah besarnya penghimpunan zakat namun lebih kepada besarnya manfaat yang akan diterima oleh mustahik di Indonesia jika hal tersebut terealisasi.

Pada 2025 nanti, BAZNAS RI menargetkan dapat mengelola zakat sebesar Rp5 Triliun atau sebesar 10 persen dari target penghimpunan nasional 2025. Dengan dana sebesar ini, diharapkan dapat membuat perubahan sosial yang lebih nyata dengan peningkatan kesejahteraan mustahik, dan pada level tertentu mentransformasi mustahik menjadi muzaki.

“Dalam mencapai visi sebagai pilihan pertama pembayar zakat, BAZNAS akan menguatkan layanan dalam menunaikan zakat, infak dan sedekah (ZIS). BAZNAS memperluas dan memperkuat syiar dakwah agar lebih banyak masyarakat dapat menikmati layanan kemudahan berzakat melalui BAZNAS,” katanya.

Dari sisi penyaluran ZIS, pada lima tahun ke depan, BAZNAS berupaya memperkuat pemberdayaan ekonomi menjadi sekitar 30 persen dari seluruh program. BAZNAS juga merancang berbagai inovasi program pada bidang lain yakni pendidikan, kesehatan, sosial dan dakwah.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button