Megapolitan

Apresiasi FGD INDOPOSCO, Gubernur Andra Dorong Diskusi Pendidikan Harus Diperluas ke Seluruh Banten

INDOPOSCO.ID – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmennya dalam pemerataan akses pendidikan saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Banten Maju, Adil Merata, dan Tidak Korupsi – Saatnya Merealisasikan Janji Sekolah Gratis”, Selasa (8/7/2025) di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Banten.

Dalam sambutannya, Andra menyebut program sekolah gratis bukan sekadar janji politik, melainkan amanat moral untuk menciptakan masa depan yang lebih adil bagi anak-anak di seluruh pelosok Banten.

“Saya hadir di sini karena ini penting. Sekolah gratis adalah bagian dari tanggung jawab moral kita bersama,” katanya kepada awak media Rabu (9/7/2025).

Menurutnya, program sekolah gratis yang dicanangkan sejak 2 Mei 2025, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, disebutnya sebagai tonggak penting pembangunan manusia Banten yang berkeadilan sosial.

Pemerintah Provinsi Banten, lanjut Andra, akan fokus membangun sekolah baru dan merelokasi fasilitas pendidikan ke wilayah yang kekurangan akses, demi mewujudkan pemerataan pendidikan.

“Kami ingin tidak ada lagi anak-anak yang harus berjalan jauh hanya untuk bersekolah. Pemerataan ini menjadi target utama kami ke depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, sekolah gratis adalah pintu masuk menuju masyarakat yang maju dan sejahtera.

“Kini saatnya kita wujudkan bersama,” kata dia.

Gubernur Andra Soni juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, termasuk PT Indonesia Digital Pos (INDOPOSCO)sebagai penyelenggara diskusi.

“Saya apresiasi penuh dan berharap kegiatan serupa dapat diperluas ke wilayah lain di Banten,” ucapnya.

Direktur Utama PT Indonesia Digital Pos (INDOPOSCO), Sumber Rajasa Ginting, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan tersebut.

Menurutnya, pendidikan adalah kunci peningkatan kualitas hidup, dan komitmen Gubernur Andra Soni dalam memperluas akses pendidikan patut diapresiasi.

“Ini adalah kebijakan berani yang dirancang untuk memperkuat pemerataan pendidikan di Banten,” ujarnya.

Meski demikian, ia menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dalam implementasi kebijakan.

Efektivitas program sangat bergantung pada tiga hal: transparansi penggunaan dana, validitas verifikasi data siswa dan sekolah, serta pengawasan publik yang berlapis dari DPRD hingga Ombudsman.

Namun, ia tetap optimistis. Visi Gubernur Banten yang menekankan pada tata kelola yang bersih, yakni “Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi”, dinilai menjadi fondasi kuat bagi suksesnya program ini.

“Memberantas korupsi hingga ke akar bukan perkara mudah. Tapi kami percaya, dengan komitmen kuat dari Gubernur, perubahan itu bisa dimulai dari atas, menyentuh seluruh jajaran birokrasi,” kata dia.

Ia meyakini, ketika akses pendidikan merata, keadilan sosial akan lebih mudah tercapai, dan Provinsi Banten akan mampu mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan seluruh pemangku kepentingan, kami percaya program sekolah gratis ini dapat benar-benar terwujud dan membawa perubahan nyata bagi masa depan pendidikan di Banten,” pungkasnya. (fer)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button