• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Megapolitan

Sertifikasi Petani Kopi untuk Tingkatkan Kuantitas Hasil

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Rabu, 31 Agustus 2022 - 02:22
in Megapolitan
kebun kopi

Perkebunan kopi di Cibulao, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto: Antara/M Fikri Setiawan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) melakukan sertifikasi dan pemahaman kepada petani kopi sebagai upaya peningkatan kuantitas produksi kopi asal daerahnya.

“Sehingga petani nilai tambahnya tinggi karena bisa menghasilkan (produksi) banyak,” ungkap Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Siti Nurianty di Cibinong, Bogor, Selasa (30/8), seperti dikutip dari Antara.

BacaJuga:

Warga Rawa Buaya Keluhkan Air Keruh Menahun, PAM Jaya Beri Penjelasan Berbeda

Peringatan Dini BMKG, Hujan Berpotensi Mengguyur Jakarta Sore dan Malam Hari

Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

Menurutnya, program pemberdayaan ini berupa pembinaan Good Agriculture Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP) yang merupakan bantuan dari PT Astra International Tbk dan Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI).

GAP merupakan salah satu sistem sertifikasi dalam praktik budidaya tanaman yang baik sesuai dengan standar yang ditentukan.

Sementara GHP merupakan pedoman yang berisikan mengenai tata cara penanganan pasca-panen hasil pertanian yang baik dengan tujuan menghasilkan pangan yang bermutu, aman, dan layak dikonsumsi oleh calon konsumen.

“Outputnya seperti peningkatan produktivitas. Misal yang biasanya satu pohon kopi itu menghasilkan 2,5 kilogram, dengan dibina dibantu budidaya yang baik bisa menjadi minimal 5-7 kilogram,” kata Nurianty.

Baca Juga: Mentan Berharap Kopi Indonesia Penuhi Kafe-Kafe di Seluruh Dunia

Untuk produksi kopi, Nurianty menjelaskan bahwa produksi kopi di Kabupaten Bogor sekitar 7.000-an ton perpanen. Jumlah tersebut terdiri dari 6.000 hektar kopi robusta dan 500 hektare arabika.

“Produksi dengan 6000 hektare itu 7 ribuan ton, harusnya lebih dari itu. Selama ini robusta sudah banyak, kita dorong arabikanya,” ujarnya.

Ia juga tak memungkiri kendala selama ini dari para petani adalah pemasaran. Bagusnya, kerjasama ini PT Astra akan menjadi offtaker (penjamin pembelian atau penyalur hasil pertanian dari petani lokal).

“Makanya mereka juga sebagai offtaker, mereka juga menampung dan memasarkan. Harganya disepakati, tapi seharusnya di atas harga pasar. Jadi ada jaminan pasar untuk petani,” ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa tempat yang dipilih untuk program pemberdayaan ini. Untuk kopi, akan dijalankan di klaster kopi di Cisarua, Cikoneng dan Megamendung, Paseban.

Sementara untuk holtikultura organik, akan dijalankan di Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk.

“Untuk lokasi kita bersama-sama menentukannya. Kita pilih yang jalur patiwisata dulu, sehingga nanti jadi wisata juga. Kalau ini rampung mungkin bisa menyusul di daerah lain,” terang Nurianty. (mg1)

Tags: kopiPemkab BogorSertifikasi

Berita Terkait.

Air
Megapolitan

Warga Rawa Buaya Keluhkan Air Keruh Menahun, PAM Jaya Beri Penjelasan Berbeda

Kamis, 16 April 2026 - 12:21
hujan
Megapolitan

Peringatan Dini BMKG, Hujan Berpotensi Mengguyur Jakarta Sore dan Malam Hari

Kamis, 16 April 2026 - 08:17
Pramono
Megapolitan

Pramono Lantik 11 Pejabat Jakarta: Syafrin Liputo Jadi Wali Kota Jaksel, Budi Awaludin Kadishub

Rabu, 15 April 2026 - 21:01
Polisi
Megapolitan

Tawuran demi Eksistensi di Tamansari, Tiga Pemuda Diringkus Polisi

Rabu, 15 April 2026 - 20:30
Memasuki Musim Kemarau, Hujan Masih Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini
Megapolitan

Memasuki Musim Kemarau, Hujan Masih Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

Rabu, 15 April 2026 - 08:23
Abaikan Blokade AS, Spanyol Sebut China Mediator Utama di Selat Hormuz
Megapolitan

Soroti FH UI, Kemendiktisaintek Tak Toleransi Segala Bentuk Kekerasan di Lingkungan Kampus

Rabu, 15 April 2026 - 02:21

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2523 shares
    Share 1009 Tweet 631
  • Gelar Halalbihalal, Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah Satukan 1.108 Anak Cicit

    904 shares
    Share 362 Tweet 226
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    846 shares
    Share 338 Tweet 212
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    796 shares
    Share 318 Tweet 199
  • Hadiri Acara Halalbihalal Keluarga Besar H. Mukhayar dan Hj. Hamidah, Begini Pesan HNW 

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.