Megapolitan

Apical Group Gandeng Pemerintah Selamatkan Mangrove di DKI Jakarta

INDOPOSCO.IDApical Group, salah satu perusahaan pengolah minyak kelapa sawit berkelanjutan bekerja sama dengan Dinas Pertamanan dan Kehutanan Kota Jakarta untuk mendukung program pemerintah dalam rehabilitasi mangrove. Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana rehabilitasi mangrove Indonesia untuk merehabilitasi lebih dari 600.000 hektare lahan mangrove di tahun 2024 untuk melawan perubahan iklim.

Bulan Menanam Pohon Indonesia yang diperingati setiap tanggal 28 November hingga 28 Januari ini menjadi momentum bagi berbagai pihak dalam upaya  melestarikan dan menyelamatkan ekosistem hutan, termasuk mangrove. Hal ini penting mengingat keberadaan hutan mangrove merupakan salah satu kunci untuk menjamin keseimbangan ekologi lingkungan perairan dan keberlanjutan ekonomi lokal.

Selain berperan penting dalam menopang kehidupan organisme air laut yang dapat dimanfaatkan oleh nelayan, hutan mangrove juga berpotensi untuk mendukung strategi mitigasi perubahan iklim di tingkat nasional dan juga global.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa 1,8 juta hektare dari total 3,5 juta hektare hutan mangrove di Indonesia telah rusak akibat alih fungsi kawasan. Setiap hektare hutan mangrove mengandung 3-5 kali lebih banyak stok karbon dibandingkan hutan dataran rendah. Total cadangan karbon yang tersimpan di hutan mangrove Indonesia diperkirakan mencapai 3,14 miliar ton.

Direktur PT Asianagro Agungjaya, Fandy Fong mengatakan, “Dukungan terhadap restorasi dan konservasi lanskap hutan Indonesia ini sejalan dengan komitmen Apical untuk tidak melakukan deforestasi, dan melindungi hutan dengan nilai konservasi tinggi dan stok karbon tinggi. Hutan mangrove memiliki peran penting terhadap perubahan iklim Indonesia. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin  mendorong perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk turut serta dengan Apical dalam membantu upaya restorasi ekosistem hutan dan berkontribusi terhadap tujuan netralitas karbon pemerintah.”

Upaya rehabilitasi dan pelestarian ekosistem mangrove di Indonesia menghadapi beberapa tantangan. Tantangan tersebut perlu diatasi dengan data ilmiah yang akurat yang digunakan untuk merancang rencana konservasi dan restorasi yang bai, kebijakan yang mendukung pengelolaan ekosistem mangrove terpadu, serta pendanaan yang memadai.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button