Megapolitan

Wakil Ketua DPRD DKI Jelaskan Hibah Rp900 Juta ke BPI

INDOPOSCO.ID – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani memberi penjelasan soal dana hibah sebesar Rp900 juta untuk Perkumpulan Bunda Pintar Indonesia (BPI) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (26/11), dia menjelaskan, selama ini sumber anggaran perkumpulan memang atas inisiasi dirinya, para guru pendidikan anak usia dini (PAUD) serta para pemerhati dunia pendidikan itu.

Sumber anggaran hanya melalui donatur ataupun situs “crowd funding”, salah satunya kitabisa.com.

Baca Juga : Dukung KPK Usut Formula E, Ketua DPRD DKI : Bukan Kepentingan Politik

Lalu pada akhir 2020, perkumpulan itu mengajukan proposal permohonan hibah ke Dinas Sosial DKI Jakarta sebesar Rp1 miliar yang telah dimasukkan ke dalam Rancangan Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai salah satu penerima hibah dengan anggaran yang telah disetujui oleh Dinas Sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Namun, karena refocussing dan adanya penghematan anggaran, Bappeda DKI Jakarta hanya dapat mengalokasikan sebesar Rp4,5 miliar untuk kurang lebih 771 lembaga-lembaga lain yang mengajukan hibah,” ujar Zita, seperti dikutip Antara, Sabtu (27/11/2021).

Kemudian di tahun 2021, proposal anggaran perkumpulan itu dibahas dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran 2022. Di tingkat komisi, disepakati pemberian dana hibah senilai Rp900 juta dengan memperhatikan kebermanfaatan dan mempertimbangkan pengajuan proposal sebelumnya.

Baca Juga : Soal Utang untuk Formula E, Ini Kata Kadispora DKI

“Semua proses yang telah Perkumpulan Bunda Pintar Indonesia lakukan baik itu permohonan, pengajuan, penganggaran, penerimaan dan penggunaan hibah sudah sesuai dengan prosedur hukum dan tidak melanggar ketentuan peraturan perundang- undangan yang berlaku,” katanya.

Terkait keterikatannya dengan Perkumpulan BPI, Zita menjelaskan perkumpulan itu lahir dari keprihatinan dirinya, para guru PAUD serta para pemerhati dunia pendidikan terhadap perkembangan sistem, budaya dan kualitas lembaga PAUD. Terlebih lagi terhadap kualitas guru-guru PAUD dan kualitas anak- anak didik di usia dini tersebut.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button