• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Nasional

Lima Tahun Terakhir, Terjadi 17.032 Bencana Alam

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 23:36
in Nasional
bencana alam

Ilustrasi - Sejumlah petugas BPBD Kabupaten Karo bersama masyarakat melalukan evakuasi terhadap korban tanah longsor. (BPBD Kab. Karo)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dalam lima tahun terakhir terjadi 17.032 peristiwa bencana alam di Indonesia, menyebabkan 30.139.694 jiwa mengungsi, 28.928 jiwa luka-luka, 6.655 jiwa meninggal dan 1.043 jiwa hilang hingga saat ini.

“Dari 1 Januari 2016 hingga 31 Desember 2020 telah terjadi lebih dari 10 ribu kejadian bencana alam di Indonesia, didominasi oleh bencana cuaca ekstrem, kemudian banjir dan tanah longsor,” kata Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati di Ambon, Rabu (13/10).

BacaJuga:

Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT, KKP Jaga Produktivitas dan Daya Saing Perikanan

LPDB Koperasi Tingkatkan Kepatuhan Pembiayaan Syariah Lewat Penguatan Pengawasan

Wakil Menteri Kehutanan Hadiri Raker Komisi IV DPR RI Bahas LKPP dan Isu Aktual

Ia mengatakan berdasarkan potensi dan dampak yang diakibatkan, BNPB memetakan bencana alam yang terjadi di Indonesia dalam 10 tipe, yakni gempa bumi, erupsi gunung api, tsunami, gempa bumi dan tsunami, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gelombang pasang dan abrasi, kekeringan, banjir, tanah longsor dan cuaca ekstrem.

Selama lima tahun terakhir BNPB mencatat telah terjadi 17.032 kejadian bencana alam di Indonesia. Bencana alam terbesar adalah bencana cuaca ekstrem sebanyak 5.436 kejadian, disusul banjir 4.936 kali, tanah longsor 3.835 kali, karhutla sebanyak 2.144 kali, gelombang pasang dan abrasi ada 147 kejadian, gempa bumi sebanyak 109 kali, erupsi gunung api 85 kali terjadi, tsunami satu kali, dan gempa bumi yang menghasilkan tsunami satu kali.

Kejadian tersebut menyebabkan 30.139.694 jiwa terpaksa harus mengungsi, 28.928 jiwa mengalami luka-luka, 6.655 jiwa meninggal dunia dan 1.043 orang dinyatakan hilang hingga saat ini.

Sebanyak 1.682.981 jiwa (56,57 persen) mengungsi karena banjir, 829.008 jiwa (27,87 persen) akibat gempa bumi, 181.366 jiwa (6,10 persen) karena gempa bumi dan tsunami, 165.003 jiwa (5,55 persen) akibat letusan gunung api, 52.737 jiwa (1,77 persen) akibat tanah longsor, 42.325 jiwa (1,42 persen) karena tsunami, 18.819 jiwa (0,63 persen) akibat cuaca ekstrem, 2.418 jiwa (0,08 persen) akibat gelombang pasang dan abrasi, dan 154 jiwa (0,01 persen) mengungsi karena karhutla.

Sementara untuk korban meninggal dunia akibat bencana alam didominasi oleh gempa bumi dan tsunami sebanyak 3.674 jiwa (55,2 persen), disusul banjir sebesar 963 jiwa (14,5 persen), 757 jiwa (11,4 persen) akibat gempa bumi dan 663 jiwa (10,0 persen) akibat tanah longsor.

“Selain bencana alam yang telah terpetakan, pemerintah telah menetapkan penyebaran COVID-19 sebagai bencana nasional non alam pada 13 April 2020,” ucap Raditya.

Dikatakannya lagi, bencana alam yang terjadi selama 2016-2020 juga menyebabkan dampak rusaknya rumah warga dan fasilitas umum. Tercatat ada 596.661 rumah rusak, 165.542 di antaranya rumah rusak berat dan tidak bisa ditinggali lagi, 112.412 rusak sedang dan 318.707 rusak ringan.

Sementara total fasilitas umum yang rusak sebanyak 15.778, 7.632 bangunan di antaranya adalah fasilitas pendidikan, 4.331 fasilitas peribadatan dan 995 adalah fasilitas kesehatan.

“Korban meninggal paling banyak diakibatkan oleh gempa bumi dan tsunami, korban mengungsi paling banyak disebabkan oleh banjir, sedangkan kerusakan rumah paling banyak diakibatkan oleh gempa bumi,” katanya. (bro)

Tags: Bencana Alambnpb

Berita Terkait.

Wakil Menteri Kehutanan Hadiri Raker Komisi IV DPR RI Bahas LKPP dan Isu Aktual
Nasional

Harga BBM Khusus Kapal 30-200 GT, KKP Jaga Produktivitas dan Daya Saing Perikanan

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:32
LPDB Koperasi Tingkatkan Kepatuhan Pembiayaan Syariah Lewat Penguatan Pengawasan
Nasional

LPDB Koperasi Tingkatkan Kepatuhan Pembiayaan Syariah Lewat Penguatan Pengawasan

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:32
Wakil Menteri Kehutanan Hadiri Raker Komisi IV DPR RI Bahas LKPP dan Isu Aktual
Nasional

Wakil Menteri Kehutanan Hadiri Raker Komisi IV DPR RI Bahas LKPP dan Isu Aktual

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:12
AI Jadi Senjata Baru Perluas Akses Hukum untuk Perkuat Dampak Sosial
Nasional

AI Jadi Senjata Baru Perluas Akses Hukum untuk Perkuat Dampak Sosial

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:49
Perkuat Ekonomi Petani Kemenkop Optimalkan Tata Kelola Koperasi Tebu
Nasional

Perkuat Ekonomi Petani Kemenkop Optimalkan Tata Kelola Koperasi Tebu

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:03
Saan-Mustopa
Nasional

DPR Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi, RUU Perampasan Aset Terus Dimatangkan

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:35

BERITA POPULER

  • messi

    Piala Dunia: Jelang Semifinal Kontra Inggris, Messi Pamitan dari Markas Argentina di Kansas

    8483 shares
    Share 3393 Tweet 2121
  • Suzuki Fronx Kuasai 35 Persen Pasar SUV Kompak di Indonesia

    2246 shares
    Share 898 Tweet 562
  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1526 shares
    Share 610 Tweet 382
  • Piala Dunia 2026: Wasit Kontroversial AS Pimpin Semifinal Argentina vs Inggris

    1182 shares
    Share 473 Tweet 296
  • Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

    1174 shares
    Share 470 Tweet 294
Pemberantasan Korupsi Tak Cukup dengan Dukungan Politik, Pengamat Tekankan Konsistensi
Olahraga

Resep Spanyol ke Final Piala Dunia 2026: Setia pada Fondasi dan Regenerasi

Editor Nelly Marinda Situmorang
Rabu, 15 Juli 2026 - 12:42

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente menegaskan bahwa keberhasilan mereka menembus final Piala Dunia 2026 merupakan buah...

SelengkapnyaDetails
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Prancis Tampil di Bawah Standar Usai Ditekuk Spanyol

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:12
Hasil Piala Dunia: Oyarzabal-Porro Bawa Spanyol ke Final Usai Bekuk Prancis

Hasil Piala Dunia: Oyarzabal-Porro Bawa Spanyol ke Final Usai Bekuk Prancis

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:40
Timnas-Prancis

Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis Takkan Biarkan Spanyol Dominasi Bola

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:13
Mbappe

Piala Dunia 2026: Sempat Cedera, Mbappe Dipastikan Fit Hadapi Spanyol

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:26
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.