Internasional

Gawat Danau Garam Besar di AS Kering, Ekologi dan Ekonomi Terancam

INDOPOSCO.ID – Permukaan air Danau Garam Besar (Great Salt Lake) di Utah, Amerika Serikat (AS) anjlok ke titik terendah bulan ini setelah mengalami kekeringan selama dua dasawarsa. Kondisi itu dinilai para peneliti mengancam kehidupan liar dan masyarakat di sepanjang tepiannya. Kota metropolitan di dekatnya, Salt Lake City, telah dilanda badai debu yang dikhawatirkan para ahli bakal semakin buruk.

“Untuk menyelamatkan Danau Garam Besar, sehingga kita tak menjadi Kota Danau Debu, adalah membuat pilihan yang sadar bahwa danau itu berharga dan danau itu memerlukan air,” kata ilmuwan atmosfer Kevin Perry dari Universitas Utah, Salt Lake City, Kamis (14/7/2022).

Dia telah bersepeda di dasar danau yang kering sejak 2016 untuk mempelajari komposisinya. Selama bertahun-tahun, air yang seharusnya berakhir di danau itu telah dikonsumsi oleh manusia, industri dan pertanian.

Berita Terkait

Selain itu, kemarau berkepanjangan akibat perubahan iklim telah menyingkap dasar danau yang lebih luas. Pada 3 Juli, rata-rata permukaan danau itu turun hingga ke level terendah 1.277 meter di atas permukaan laut sejak pencatatan dimulai pada 1847, menurut Survei Geologi AS (USGS).

Tinggi permukaannya diprediksi akan terus turun sampai musim gugur atau awal musim dingin, ketika air yang masuk sama atau melebihi air yang menguap. Danau tersebut sekarang hanya menampung air seperempat volume seperti yang terjadi pada 1987, kata USGS.

Danau Garam Besar telah kehilangan nyaris separuh area permukaannya sepanjang sejarah, menampakkan sekitar 2.000 km persegi dasarnya, atau lebih luas daripada pulau Maui di Hawaii.

Lapisan bumi yang semula berada di bawah air telah berubah menjadi awan debu yang penuh dengan kalsium, sulfur dan arsenik –anasir alam yang dikaitkan dengan kanker dan cacat bawaan.

Dasar danau yang terbuka juga tercemar oleh residu dari pertambangan tembaga dan perak. “Jika Anda menghirup debu itu selama beberapa waktu, misalnya dekade atau lebih lama, maka (debu) itu akan memicu berbagai jenis kanker, seperti kanker paru, kanker kandung kemih, penyakit kardiovaskular, diabetes dan lain-lain,” kata Perry.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button