Internasional

Presiden Tunisia Upayakan Perluasan Kekuasaan Dalam Konstitusi Baru

INDOPOSCO.ID – Presiden Tunisia Kais Saied menerbitkan sebuah rancangan konstitusi baru pada Kamis (30/6), yang akan digunakan untuk mengadakan referendum bulan depan.

Saied memperluas kekuasaannya sendiri dan membatasi peran parlemen dalam pemungutan suara yang sebagian besar partai politik telah menolak.

Saied telah memerintah melalui dekret sejak Juli, ketika dia mengesampingkan parlemen dan konstitusi demokratis 2014 dalam langkah yang disebut musuhnya sebagai kudeta.

Saied bergerak menuju pemerintahan satu orang dan berjanji untuk menata ulang sistem politik, dilansir Antara.

Baca Juga : KBRI Promosikan, Dorong Ekspor Kopi Indonesia ke Tunisia

Intervensinya pada musim panas lalu telah mendorong Tunisia ke dalam krisis politik terbesarnya sejak revolusi 2011 yang menggulingkan mantan otokrat Zine al-Abidine Ben Ali dan memperkenalkan demokrasi.

Para pemilih akan diminta untuk menyetujui konstitusi baru dalam referendum 25 Juli. Tingkat partisipasi minimum untuk referendum itu tidak ditentukan.

Dengan sebagian besar kekuatan politik menentang langkahnya dan mendesak pendukung mereka untuk memboikot pemungutan suara, para analis mengatakan referendum itu kemungkinan akan berlangsung, tetapi dengan keterlibatan publik yang terbatas.

Banyak orang Tunisia jauh lebih fokus pada krisis ekonomi yang berkembang dan ancaman terhadap keuangan publik yang telah menyebabkan penundaan gaji dan mengancam kekurangan barang-barang bersubsidi utama.

Rancangan konstitusi yang diterbitkan dalam lembaran resmi Kamis (30/6) malam itu mengatakan Saied akan terus memerintah dengan dekret sampai pembentukan parlemen baru melalui pemilihan yang diharapkan pada Desember.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button