Internasional

AS Peringatkan soal Ekstremisme setelah Serangan Sinagoge di Texas

INDOPOSCO.IDAmerika Serikat (AS) menghadapi ancaman yang meningkat dari kelompok-kelompok ekstremis di dalam dan luar negeri, yang dipertegas oleh krisis penyanderaan bulan lalu di sebuah sinagoge di Texas.

AS juga menghadapi ancaman bom di di banyak perguruan tinggi dan universitas historis kulit hitam, kata sebuah badan pemerintah AS, Senin (7/2).

Peringatan itu muncul setelah beberapa sekolah di seluruh AS membatalkan kelas dan mengeluarkan perintah berlindung di tempat minggu lalu. Para penyelidik akhirnya gagal menemukan benda berdaya ledak.

“Ancaman-ancaman yang ditujukan pada Sekolah Tinggi dan Universitas Historis Kulit Hitam (HBCU) dan perguruan tinggi dan universitas lain, fasilitas Yahudi, dan gereja menimbulkan kekhawatiran dan dapat mengilhami aktor- aktor ancaman ekstremis untuk memobilisasi kekerasan,” kata Departemen Keamanan Dalam Negeri dalam sebuah buletin, Selasa (8/2/2022), seperti dikutip Antara.

Baca juga : Dolar Kembali Tergelincir

Bulan lalu, pria bersenjata kelahiran Inggris Malik Faisal Akram menyandera empat orang di Congregation Beth Israel di Colleyville, Texas, termasuk rabinya, Charlie Cytron-Walker. Dia mengacungkan pistol dan menyandera mereka selama 10 jam. Kebuntuan insiden itu berakhir dengan tembakan, dengan keempat sandera dibebaskan tanpa cedera dan tersangka tewas.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button