Internasional

Pekerja Apple Mengeluh, Lembaga Tenaga Kerja AS Turun Tangan

INDOPOSCO.ID – Badan ketenagakerjaan nasional Amerika Serikat sedang menginvestigasi dua tuduhan terhadap raksasa teknologi Apple Inc yang diajukan oleh para pekerjanya, menurut catatan di laman daring.

Penyelidikan itu dilakukan di tengah gelombang aktivisme pekerja di perusahaan yang dikenal dengan budaya kerahasiaannya itu.

Tuduhan-tuduhan yang diajukan pada 26 Agustus dan 1 September itu tengah ditinjau oleh kantor Dewan Hubungan Tenaga Kerja Nasional AS di Oakland, California. Lembaga tersebut menolak untuk memberikan komentar.

“Kami menanggapi semua kekhawatiran dengan serius dan kami melakukan investigasi secara menyeluruh kapan pun ada kekhawatiran,” kata perusahaan Apple, yang berbasis di Cupertino, California, dalam sebuah pernyataan yang merujuk pada kebijakan privacy pekerja saat menolak untuk memberikan keterangan rinci.

Manajer program teknik senior di Apple, Ashley Gjovik, mengatakan pada Reuters bahwa dirinya mengajukan tuduhan pada 26 Agustus.

Menurut dokumen berisi keluhan itu, seorang manajer antara lain melakukan pelecehan, pengurangan tanggung jawab dan peningkatan beban kerja yang tidak menguntungkan.

Adapun tuduhan yang diajukan pada 1 September dilayangkan oleh Cher Scarlett, teknisi perangkat lunak yang mengatakan perusahaan tersebut berulang kali menghentikan diskusi terkait upah di antara para pekerja.

Dokumen yang dia kirimkan kepada lembaga tersebut, yang juga diberikan kepada Reuters, menyebutkan bahwa Apple “terlibat dalam aksi pemaksaan dan penindasan yang memungkinkan terjadinya penyalahgunaan dan pelecehan terhadap penyelenggara aktivitas bersama yang dilindungi.”

Lembaga hubungan tenaga kerja itu menginvestigasi semua tuduhan yang diterima, dan meluncurkan tuntutan terhadap pihak perusahaan jika dirasa pantas.

Para pekerja di Silicon Valley, khususnya di Apple, diketahui menghindari publisitas, yang mencerminkan keinginan perusahaan untuk merahasiakan produk baru.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button