• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Harga Emas Jatuh Tertekan Penguatan Dolar AS

Folber Siallagan Editor Folber Siallagan
Sabtu, 19 November 2022 - 10:09
in Headline
Ilustrasi-Emas-Batangan

Ilustrasi - Emas batangan. ANTARA/Shutterstock/aa. (ANTARA/Shutterstock) Ilustrasi - Emas batangan. ANTARA/Shutterstock/aa. (ANTARA/Shutterstock)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga emas merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), tertekan oleh dolar AS yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil obligasi dipicu komentar hawkish pejabat Federal Reserve (Fed) yang mendorong prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange, jatuh 8,6 dolar AS atau 0,49 persen menjadi ditutup pada 1.754,40 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan di kisaran teratas sesi 1.769,90 dolar AS dan terendah di 1.750,50 dolar AS.

BacaJuga:

Bekuk PSM lewat Gol di Pengujung Laga, Persib Hampir Pasti Hattrick Juara

Awal Zulhijjah Resmi Ditentukan, Iduladha 1447 H Dipastikan Jatuh 27 Mei 2026

Global Sentiment Turbulent, Rupiah Expected to Trade Volatile Next Week

Untuk minggu ini kontrak paling aktif mencatat kerugian 0,9 persen setelah naik lebih dari 5,0 persen minggu lalu.

Baca Juga : Polisi Tangkap Enam Penambang Emas Ilegal di Nagan Raya

Harga emas berjangka tergelincir 12,8 dolar AS atau 0,72 persen menjadi 1.763,00 dolar AS pada Kamis (17/11/2022), setelah menyusut satu dolar AS atau 0,06 persen menjadi 1.775,80 dolar AS pada Rabu (16/11/2022), dan turun tipis 0,10 dolar AS atau 0,01 persen menjadi 1.776,80 dolar AS pada Selasa (15/11/2022).

Dolar AS bergerak lebih tinggi pada Jumat (18/11/2022) karena pelaku pasar bertaruh pada kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata utama lainnya, naik 0,22 persen menjadi 106,9300.

Keuntungan awal pekan ini dengan cepat terpotong oleh penguatan dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah, setelah banyak pembicara Fed menyatakan bahwa sementara bank sentral akan menaikkan suku bunga pada kecepatan yang lebih lambat dalam beberapa bulan mendatang, itu jauh dari menghentikan kenaikan suku bunga.

Presiden The Fed St Louis James Bullard mengatakan pada Kamis (17/11/2022) bahwa suku bunga acuan kebijakan Fed mungkin perlu naik lebih jauh dari yang diantisipasi investor, menyatakan mungkin perlu naik sejauh 7,0 persen, yang menakuti pasar saham dan obligasi. Dia mengatakan bahwa minimal, suku bunga kebijakan Fed harus mencapai 5,0 persen.

Komentarnya muncul setelah data penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan minggu ini, menunjukkan bahwa inflasi kemungkinan akan tetap membandel dalam waktu dekat.

“Emas sedikit berkilau (pada Jumat pagi) karena dolar melemah, memulihkan beberapa penurunan sesi sebelumnya di tengah komentar hawkish tentang suku bunga dari pejabat Fed,” tulis Analis Riset Senior FXTM, Lukman Otunuga, dalam komentar pada Jumat (18/11/2022).

National Association of Realtors (NAR) melaporkan Jumat (18/11/2022) bahwa penjualan rumah yang ada (existing home) di AS turun 5,9 persen pada Oktober dari September ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman sebesar 4,43 juta. Rentetan penurunan penjualan bulanan tahun ini adalah rekor terpanjang sejak 1999, memberi emas beberapa dukungan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 2,2 sen atau 0,1 persen, menjadi ditutup pada 20,997 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 7,20 dolar AS atau 0,73 persen menjadi ditutup pada 984,30 dolar AS per ounce. (bro)

Tags: dolar ASemasharga emas

Berita Terkait.

persib
Headline

Bekuk PSM lewat Gol di Pengujung Laga, Persib Hampir Pasti Hattrick Juara

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:02
menag
Headline

Awal Zulhijjah Resmi Ditentukan, Iduladha 1447 H Dipastikan Jatuh 27 Mei 2026

Minggu, 17 Mei 2026 - 21:04
Tangan
Headline

Global Sentiment Turbulent, Rupiah Expected to Trade Volatile Next Week

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:55
Mata-Uang
Headline

Sentimen Global Bergejolak, Rupiah Diprediksi Bergerak Fluktuatif Pekan Depan

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:55
Prabowo
Headline

Sentil Pernyataan Prabowo Soal Dolar, Ekonom Ingatkan Efek Domino ke Desa

Minggu, 17 Mei 2026 - 05:19
Aksi-Buruh
Headline

Sikap Presiden Soal Pelemahan Rupiah, Timboel: Abaikan Dampak ke Buruh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:20

BERITA POPULER

  • kai

    Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus: Lebih dari 504 Ribu Tiket Kereta Api Ludes

    2291 shares
    Share 916 Tweet 573
  • Prakiraan Cuaca di Jakarta, Waspadai Potensi Hujan di Jaksel dan Jaktim Hari Ini

    1237 shares
    Share 495 Tweet 309
  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Polda Kaltim

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
  • IPA Convex 2026, Momentum Besar Industri Migas Menjawab Ancaman Krisis Energi

    774 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Gempa Bumi Dangkal Magnitudo 4,4 Guncang Trenggalek di Jawa Timur

    721 shares
    Share 288 Tweet 180
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.