Headline

Epidemiolog: Potensi Kasus Omicron Lebih Banyak daripada Delta

INDOPOSCO.ID – Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman menyatakan, kasus Covid-19 varian Omicron berpotensi lebih banyak ketimbang daripada varian lainnya yang pernah ditemukan. Hal itu ditunjukan dengan tingkat penyebarannya lebih cepat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan varian omicron menyebar lebih cepat daripada varian Delta. Juga menyebabkan infeksi pada orang yang sudah divaksinasi atau telah pulih dari penyakit Covid-19.

“Dengan efektifitasnya dalam menginfeksi, kecepatannya dalam menyebar maka sangat besar potensi kasus Omicron jauh lebih banyak daripada Delta,” kata Dicky melalui gawai, Jakarta, Kamis (27/1/2022).

Hal tersebut diperparah dengan kemampuan penelusaran varian Omicron di tengah masyarakat. Sehinggga temuan kasus varian baru itu masih terbilang sedikit.

Baca Juga : Bertambah, Warga Banten yang Terpapar Omicron Jadi 21

“Sebagaimana gelombang-gelombang sebelumnya, kemampuan kita dalam menemukan kasus infeksi (deteksi dini) sangat terbatas, sehingga sangat wajar jika sedikit kasus Omicron yang ditemukan,” tutur Dicky.

Di sisi lain, dipersulit dengan fakta mayoritas penderita tidak bergejala atau hanya bergejala ringan. Belum lagi, kecenderungan penanganan tanpan pengawasan dokter.

“Ditambah lagi dengan perilaku masyarakat kita, yang lebih memilih mengobati sendiri saat sakit ringan atau sedang,” ujarnya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan saat ini total kasus konfirmasi Omicron di Indonesia sebanyak 1.766 orang yang terpapar.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, dari jumlah tersebut pelaku perjalanan luar negeri masih mendominasi.

“Kasus Omicron yang dilaporkan sampai dengan hari ini adalah 1.766 kasus. Terdiri dari PPLN 1.066 orang, transmisi lokal 449 orang, dan masih penelitian epidemiologi 251 orang,” beber Nadia di Jakarta, Kamis (27/1/2022).(dan)

Back to top button