• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Sendawa Sapi Bisa Akibatkan Pemanasan Global. Kok Bisa?

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Jumat, 17 September 2021 - 13:31
in Headline
Peternakan sapi. Foto: Humas Setda Pemkab Buol

Peternakan sapi. Foto: Humas Setda Pemkab Buol

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University Anuraga Jayanegara mengatakan kalau keberadaan sekitar 16 juta ekor sapi pedaging serta 600.000 sapi perah di peternakan di Indonesia berdampak pada pemanasan global.

Saat orasi ilmiah menjelang pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Tetap IPB University oleh Dewan Guru Besar di Bogor, Kamis (16/9/2021), Prof Dr Anuraga Jayanegara SPt MSc menjelaskan, keberadaan sapi berdampak menghasilkan gas metana yang terkait dengan efek pemanasan global.

BacaJuga:

Yaqut Placed Under House Arrest, KPK Supervisory Board Urged to Probe Alleged Ethics Breach

Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Dewas KPK Didesak Usut Dugaan Pelanggaran Etik

KPK: Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tahanan Rumah Bukan Karena Sakit

“Emisi gas metana terutama dihasilkan saat sapi bersendawa,” tuturnya saat membawakan ringkasan orasi ilmiah berjudul ‘Polifenol sebagai Komponen Pakan untuk Reduksi Emisi Gas Metana Asal Ternak Ruminansia’, Jumat (17/9/2021).

Disebutkan kalau gas metan yang dihasilkan dari gas metan yang dihasilkan dari fermentasi enterik juga berdampak dapat menghilangkan energi sapi, yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk proses produksi serta reproduksi.

Akademikus dari Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan pada Fakultas Peternakan itu menjadi Guru Besar IPB University termuda pada tahun ini karena Anuraga berusia 37 tahun.

Dari bahan yang didapat dari IPB, Anuraga sempat menyampaikan kalau ada 3 tahap penting yang bisa mengurangi produksi gas metana di bidang peternakan, yaitu menurunkan produksi hidrogen, mencari alternatif pengganti hidrogen, serta menghambat metanogen sebagai mikroba yang memproduksi gas metana seperti dikutip Antara.

Menurut dia, mitigasi emisi ini pertama adalah menggunakan zat adaptif alami yakni polifenol. Zat ini berfungsi sebagai antimirkoba yang menghambat metanogen.

Anuraga telah melakukan riset sejak 2008 sampai saat ini terkait hal itu dengan hasil bahwa gas metan akan berkurang saat pakan dicampurkan dengan polifenol.

Penambahan zat polifenol memberikan efek yang sinergitis. Saat gas metan turun ternyata akan menambah nilai ternak, baik secara kualitas dan kuantitas.

Keuntungan pertama adalah berat badan naik sekitar 0,35 kg per ekor per hari. Penggunaan zat polifenol juga menambah keuntungan peternak sebanyak 500 rupiah per kg pakan. Ekstrak polifenol menambah kualitas produk peternakan. (mg2)

Tags: dagingpemanasan globalsapi

Berita Terkait.

Yaqut Placed Under House Arrest, KPK Supervisory Board Urged to Probe Alleged Ethics Breach
Headline

Yaqut Placed Under House Arrest, KPK Supervisory Board Urged to Probe Alleged Ethics Breach

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:35
Momen Idulfitri Desta dan Natasha Rizky: Harmonis Bersama Anak
Headline

Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Dewas KPK Didesak Usut Dugaan Pelanggaran Etik

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:33
Budi-Prasetyo
Headline

KPK: Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tahanan Rumah Bukan Karena Sakit

Minggu, 22 Maret 2026 - 12:21
Yaqut
Headline

Yaqut Tak Terlihat di Rutan saat Lebaran, KPK Akhirnya Buka Suara

Minggu, 22 Maret 2026 - 08:27
Polri Antisipasi Lonjakan Mudik Lokal dan Arus Balik Lebaran 2026
Headline

Pejabat hingga Mantan Presiden Hadiri “Open House” Prabowo di Istana Merdeka

Sabtu, 21 Maret 2026 - 22:01
Diskon Tol 30 Persen Arus Balik, Polri Minta Pemudik Atur Waktu Pulang
Headline

Diskon Tol 30 Persen Arus Balik, Polri Minta Pemudik Atur Waktu Pulang

Sabtu, 21 Maret 2026 - 21:45

BERITA POPULER

  • Yuniar

    BPN Jawa Barat Instruksikan Seluruh Kantor Pertanahan Buka Selama Cuti Bersama

    2665 shares
    Share 1066 Tweet 666
  • Lebaran 2026, Kakorlantas: Lalu Lintas Terkendali Meski Mobilitas Tinggi

    906 shares
    Share 362 Tweet 227
  • Kasus Andrie Yunus, Amnesty Singgung Warisan Jokowi dan Ancaman Otoritarianisme

    855 shares
    Share 342 Tweet 214
  • Dukung Kenyamanan Ibadah, Alfamidi-Unilever Kembali Bersihkan Ratusan Masjid di Indonesia

    830 shares
    Share 332 Tweet 208
  • Oknum TNI Ditangkap Usai Diduga Jual Senjata Organik ke Papua Nugini

    713 shares
    Share 285 Tweet 178
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.