Tindakan Pemalsu Rapid Test Kualanamu Sebuah Kejahatan Luar Biasa

INDOPOSCO.ID – Anggota Komisi III DPR RI Eva Yuliana menyayangkan tindakan petugas Kimia Farma Laboratorium Rapid Antigen di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) yang memalsukan hasil pemeriksaan tes cepat antigen (alat rapid antigen bekas pakai) untuk para calon penumpang.
“Saya mengapresiasi tinggi untuk anggota Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sumut yang mengungkap kasus dugaan pemalsuan hasil pemeriksaan cepat antigen di Bandara Kualanamu itu,” kata Eva Yuliana seperti dikutip Antara, Kamis (29/4/2021).
Menurut Eva tega-teganya main-main dengan hasil pemeriksaan tes cepat antigen. Persoalan Covid-19 tidak boleh dipermainkan seperti itu. Para pelaku telah melakukan kejahatan yang luar biasa.
Berdasar informasi yang diterima Eva Yuliana, anggota Dirkrimsus Polda Sumut mengamankan sebanyak lima orang petugas Kimia Farma Labolatorium Rapid Antigen di Lantai M Bandara Kualanamu International Airport (KNIA). Kelima orang petugas ini ditangkap atas dugaan kasus dugaan pemalsuan hasil pemeriksaan tes cepat antigen dari para calon penumpang di Bandara Internasional Kualanamu.
Penyelidikan dan ungkap kasus tersebut dipicu oleh banyaknya keluhan dari para calon penumpang pesawat yang mendapati hasil tes cepat antigen yang dinyatakan positif Covid-19. Hasil tes cepat antigen positif tersebut berturut-turut terjadi dalam kurun waktu lebih kurang seminggu terakhir.
“Ungkap kasus ini, diawali dari penyamaran salah seorang petugas Dirkrimsus Polda Sumut, yang berpura-pura menjadi calon penumpang pesawat dan ikut mengantre pemeriksaan tes cepat antigen. Berdasar pemeriksaan, petugas krimsus mendapati ratusan alat rapid antigen yang ternyata bekas dipakai dan telah didaur ulang,” tutur Eva.
Hal tersebut juga diketahui dan diakui para pelaku, ternyata alat yang digunakan untuk pengambilan sampel dicuci dan dibersihkan kembali. Lalu, dimasukkan ke dalam bungkus kemasan untuk digunakan dan dipakai kepada pemeriksaan orang berikutnya.
Eva menegaskan, apa yang dilakukan oknum petugas Kimia Farma Laboratorium ini sangatlah melukai kepercayaan pubik. Eva mengaku tak habis pikir dengan tindakan para pelaku tersebut. Di saat banyak pihak berjuang menangani pandemik Covid-19 sedemikian cara, mereka malah mengambil kesempatan dalam kesempitan. (wib)