Gaya Hidup

Deteksi Dini Kanker Kolon dan Rectum, Siloam Hospitals Surya Dhirga Ingatkan Pencegahan dan Faktor Risiko

INDOPOSCO.ID – Kanker kolon dan rectum, mungkin masih terasa asing di telinga masyarakat umum. Jenis ini merupakan kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) bagian bawah yang terhubung ke rektum (anus).

Deteksi Dini Kanker Kolon dan Rectum, yang disampaikan dr. Yossi Andila, M,Ked (Surg), SpB, Supsp,BD (K), melalui edukasi secara virtual, pada Rabu (28/02/2024) di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, dijelaskan secara rinci terkait gejala, faktor risiko serta cara penanganan yang efektif.

dr. Yossi mengatakan, deteksi dini yang paling mudah, awal dan praktis yang dapat dilakukan adalah colok dubur. Kemudian pemeriksaan feses atau tinja.

“Gejala kanker kolorektal tergantung pada ukuran dan lokasinya. Sebagian gejala umum yang dialami yaitu perubahan pada kebiasaan buang air besar, perubahan konsistensi tinja. Adanya darah dalam tinja dan perut yang terasa selalu tidak nyaman dalam kurun waktu minimal 6 minggu terus menerus,” ucapnya.

Menurut dr. Yossi, faktor risiko yang dapat diubah yaitu melalui konsumsi daging merah dan daging olahan. Diet tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik hingga konsumsi rokok atau paparan asap rokok sekaligus konsumsi alkohol penyebab utama timbulnya kanker ini’.

Pemeriksaan feses merupakan cara umum dilakukan dan meliputi beberapa pemeriksaan, di antaranya pemeriksaan FIT atau FIT-DNA. Metode ini dilakukan dengan menggabungkan beberapa pemeriksaan guna mendeteksi adanya perubahan DNA pada feses yang tidak bisa dilihat hanya dengan menggunakan mikroskop.

“Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan darah yang terdapat pada feses,” tuturnya.

Adapun, pemeriksaan kolonoscopi merupakan gold standard untuk mendiagnosis kanker kolo rektal. Ini merupakan pemeriksaan yang hampir mirip dengan sigmoidoskopi, tapi menggunakan selang yang lebih panjang mencapai keseluruhan bagian usus besar.

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui stadium kanker dan letak kanker yang sesungguhnya. Selain beberapa metode itu, terdapat lain yang dilakukan, yaitu pemeriksaan kadar CEA dalam darah.

“Deteksi dini yang benar, pada stadium (1-2) dapat digantikan mempunyai pronogsis yang baik atau tingkat kesembuhan mencapai 95 persen,” jelas dr. Yossi. (rmn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button